Orang bijaksana berpikir tanpa berbicara, tetapi orang bodoh berbicara tanpa berpikir.
Sedikit sekali diantara kita yang matanya cukup awas untuk melihat kesalahan kita sendiri.
Hampir setiap orang bisa hidup tenang dengan kesalahannya, tetapi kesalahan orang lain membuatnya naik pitam.
Ada dua jenis orang bodoh, pertama mereka yang tidak bisa mengubah pendapatnya, kedua mereka yang tidak mau mengubah pendapatnya.
Membeli sesuatu yang tidak kita butuhkan seringkali mendatangkan kebutuhan yang tidak bisa kita beli.
Orang yang menjatuhkan dirinya kedalam hutang, akan menyadari betapa sengsara dan betapa lamanya mereka harus melunasi hutang-hutang itu.
Kita tidak bisa menghentikan orang yang mengeritik kita, tetapi kita bisa membuat mereka kelihatan bodoh dengan membuktikan kritikan mereka itu tidak benar.
Orang bijak belajar dari kesalahan orang lain dan mengoreksi kesalahan itu berdasarkan kesalahan yang dibuat orang lain, sementara orang bodoh belajar dari kesalahannya sendiri.
Jangan bekerja sama dengan kejahatan, karena kewajiban kita adalah bekerja sama dengan kebaikan yang merupakan milik kita yang terbaik dalam bentuk yang cantik.
Diplomasi adalah mengatakan hal yang paling buruk dengan cara yang paling manis, sedangkan mengejek adalah cara yang tidak menyenangkan untuk menyatakan kebenaran.
Biasanya orang lebih mudah diyakinkan oleh alasan yang mereka temukan sendiri daripada yang ditemukan oleh orang lain.
Orang yang terlalu banyak memiliki segala sesuatu, sering tidak bisa lagi menghargai apa yang dimilikinya.
Cara untuk menjadi bijaksana adalah tahu apa yang harus dimaafkan, setelah bijaksana maka akan muncul kebahagiaan.
Sama seperti perkawinan, persahabatan tergantung pada menghindari hal-hal yang tidak termaafkan.
Kebencian itu seperti api yang akan membakar habis segalanya, tetapi cahaya cinta kasih akan membunuh kuman iri hati dan kebencian.
Kebebasan tanpa ketertiban, dan ketertiban tanpa kebebasan sama-sama merusak, karena itu diperlukan pengendalian diri sendiri.
Menunda keadilan sama dengan berbuat tidak adil,
Apabila kita mendewakan uang kita, maka ia akan mengganggu kita seperti setan, sebab uang adalah majikan yang kejam, tetapi dapat berubah menjadi pelayan yang hebat.
Orang bebaslah yang mesti memperjuangkan kemerdekaan mereka yang terkungkung.
Orang bijaklah yang mesti berpikir bagi orang bodoh.
Orang bahagialah yang mesti melayani mereka yang kurang beruntung.
Orang yang bisa mengekang lidahnya saat diprovokasi, dihina dan dinista, lebih kuat dan lebih berharga daripada yang memprovokasi.
Supaya orang senang dalam pekerjaannya, diperlukan tiga hal, yaitu cocok dengan pekerjaan itu, dikerjakan dengan sewajarnya, dan mereka merasa berhasil dalam mengerjakan pekerjaan itu.
Miskin bukanlah aib, cuma sangat tidak menyenangkan, karena itu sabar dan gigihlah bekerja saat anda miskin, maka anda akan menjadi kaya.
Kesabaran adalah perisai yang paling ampuh terhadap penghinaan, dan simpul yang mengeratkan kelim kemenangan, serta kunci kegembiraan.
Nasib membimbing orang yang berkemauan keras, tetapi menyingkirkan orang-orang yang keras kepala.
Pohon yang besarnya sepelukan tumbuh dari benih yang kecil saja.
Menara yang tingginya sembilan tingkat, dibangun mulai dari seonggok tanah.
Perjalanan ribuan kilometer dimulai dari satu langkah.
Kemalangan dan kesulitan, membuat orang menjadi bijaksana.
Orang bijaksana tidak menginginkan sesuatu yang tidak bisa diperolehnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar