Terima kasih Atas kunjungannya

Selasa, 01 April 2014

Zat atau benda yang dapat menimbulkan alergi dan sakit kepala.



Reaksi alergi dapat dipicu oleh berbagai macam zat atau benda.
Menurut ahli dermatitis di Wexner Medical Center Negara Bagian Ohio, Dr Matthew Zirwas, hampir semua hal yang ada di sekitar manusia dapat memicu alergi dan sakit kepala.
Pemicu tersebut dapat berasal dari zat-zat buatan manusia maupun zat alami.
Inilah berbagai macam zat atau benda yang diam-diam dapat menimbulkan reaksi alergi dan sakit kepala.


Tisu basah.

Tisu Basah Bayi
Beberapa tahun lalu, Zirwas dan koleganya menemukan kasus di mana seorang pasien menderita ruam pada area pribadi dan tangan.
Penelitian kemudian mengungkapkan bahwa kini banyak perusahaan yang menggunakan bahan kimia yang diberi nama methylisothiazolinone atau MI, yang rupanya dapat memicu alergi.
Zat tersebut digunakan untuk menggantikan bahan pengawet paraben dan formaldehida dalam tisu basah serta tisu bayi.


Losion.


Bukan tidak mungkin akan timbul reaksi alergi dari pelembap kulit atau losion yang telah digunakan selama bertahun-tahun.
Kata Zirways, jika seseorang secara genetik rentan terhadap bahan kimia tertentu, maka orang tersebut seolah bermain lotre tiap kali menggunakan produk yang mengandung bahan kimia itu di dalamnya.
"Anda bisa menggunakan sesuatu selama bertahun-tahun tanpa menghadapi masalah apapun.
Tetapi sekali alergi mendera, Anda akan terus bersama alergi itu selamanya," kata ahli dermatitis tersebut.


Antibiotik dan krim antigatal.


Ironi memang ketika lengan bentol kemerahan akibat gigitan serangga, tetapi ketika diolesi antigatal justru semakin parah.
Zirwas telah menemui kasus-kasus serupa pada pasien yang menggunakan krim antibiotik untuk mengobati luka kecil.
Krim-krim tersebut biasanya mengandung neomisin, yang potensial memicu alergi.


Seprai.


Tungau debu, yang biasa bercokol di seprai, merupakan makhluk renik yang hidup dengan memakan serpihan kulit mati manusia.
Feses dari tungau debu mengandung enzim yang dapat memicu reaksi alergi seperti bersin, hidung meler atau gatal, serta mata berair.
Makhluk renik itu senang tinggal di lingkungan hangat, lembap, dan dipenuhi DNA manusia.
Itulah mengapa seprai sebaiknya dicuci dengan air hangat sekali setiap minggu.


Tanaman di dalam rumah.


Kebanyakan orang telah membersihkan kamar mandi dan ruang bawah tanah.
Namun, kebanyakan mereka lupa bahwa spora juga dapat terbentuk pada daun atau tanah yang lembap dalam pot tanaman.
Bila menghirup spora itu, seseorang yang alergi terhadap jamur akan mengalami reaksi alergi seperti kesulitan bernapas, batuk, iritasi mata, atau iritasi tenggorokan.


Pagar eskalator.


Mereka yang alergi terhadap karet biasanya cenderung sangat berhati-hati.
Pasalnya karet ditemukan dalam banyak produk.
Kendati demikian, pasien yang paling hati-hati pun terkadang melupakan fakta bahwa beberapa benda yang solid mungkin saja terbuat dari karet.
Zirwas pernah menemui pasien yang mengalami dermatitis pada area tangan akibat memegang pagar eskalator, dan ruam pada kaki karena karet pada sepatu.


Kuku palsu.


Reaksi alergi pada akrilik yang terkandung di dalam kuku palsu dapat menyebabkan warna kemerahan dan bengkak pada kuku, atau dalam kasus yang langka, hingga menyebabkan kuku terlepas.


Nikel dalam makanan.


Beberapa orang sensitif terhadap nikel.
Mereka akan mengalami ruam ketika menggunakan perhiasan atau aksesori pakaian tertentu.
Tapi tahukah, nikel dalam makanan pun dapat memicu reaksi alergi lho.
Nikel adalah sejenis mineral, sama seperti zat besi atau kalsium, yang dapat ditemui pada berbagai jenis makanan terutama kacang-kacangan.
Mereka yang alergi nikel akan merasa sakit, nyeri sendi, atau lelah, kira-kira satu bulan setelah mengonsumsi makanan bernikel.
Karena reaksi yang dihasilkan tidak langsung, ujar Zirwas, biasanya akan sulit didiagnosis.


Udara.


Beberapa orang memang benar-benar alergi terhadap udara dingin.
Terpapar dingin membuat kulit mereka kemerahan, gatal, bengkak, dan gatal-gatal.
Selain alergi dingin, juga terdapat alergi panas, matahari, atau hujan.


Daging merah.


Alergi ini ditemukan pada tahun 2009 oleh Dr Thomas Platts-Mills dan koleganya, Dr Scott Commins.
Mereka yang memiliki alergi terhadap senyawa gula dalam daging dilaporkan terbangun pada tengah malam dengan sekujur tubuh berkeringat dan gatal-gatal setelah sebelumnya menyantap daging.


Layar Komputer.


Duduk berjam-jam sambil memandang layar komputer dalam waktu lama dapat menyebabkan sakit kepala.
Sakit kepala tersebut biasanya dipicu oleh mata lelah dan peredaran darah yang kurang lancar.
Untuk mengatasinya, istirahatkan mata dengan cara memejamkan mata atau memandang objek yang jauh selama beberapa menit.
Dengan cara tersebut otot mata akan kembali rileks dan Anda terbebas dari sakit kepala.


Ponsel.


Menggunakan ponsel terlalu lama juga bisa memicu sakit kepala.
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh The Journal of the American Medical Association, paparan sinyal ponsel yang terlalu lama pada otak bisa menyebabkan peningkatan metabolisme glukosa, gangguan tidur hingga sakit kepala.


Kursi.


Sekilas memang tidak ada hubungan antara kursi dan sakit kepala.
Namun jika kursi yang Anda gunakan saat bekerja tidak sesuai dengan standar kesehatan, maka sangat mungkin kursi tersebut bisa menyebabkan sakit kepala.
Kursi yang tidak memiliki sandaran yang baik akan memaksa tulang leher untuk bekerja lebih berat yang dapat memicu sakit kepala.
Selain itu kursi yang kurang tepat juga bisa memicu gejala lain seperti sakit punggung, sakit leher, hingga kesemutan.
Jadi, pilihlah kursi yang baik dan nyaman serta mempunyai kemampuan untuk menopang tubuh Anda secara maksimal.


Headset.


Mendengarkan musik dengan headset, earphone atau alat sejenisnya memang mengasikkan.
Bisa sambil santai, membaca atau mengerjakan pekerjaan lainnya.
Tetapi tanpa disadari ada efek negatif yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut.
Apalagi jika Anda memainkannya dengan frekuensi suara yang tinggi, yang bisa menimbulkan trauma suara berlanjut.
Selain menyebabkan sakit kepala, frekuensi suara yang terlalu tinggi juga bisa merusak sel-sel syaraf pendengaran.


Tas.


Bahu merupakan bagian tubuh yang bekerja ekstra saat Anda membawa tas.
Jika tas Anda terlalu berat maka beban bahu juga semakin berat.
Hal ini dapat memicu nyeri bahu, leher hingga sakit kepala.
Sebaiknya jangan membebani bahu dengan tas yang terlalu berat, apalagi jika Anda menggunakan satu bahu saja untuk menggantung tas.
Kebiasaan tersebut dapat memperburuk postur tubuh Anda.


Topi.


Alih-alih untuk menghindari sinar matahari atau sekedar mengikuti fashion, mengenakan topi juga bisa memicu sakit kepala.
Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan oleh British Osteopathic Association (BOA) mengungkapkan bahwa memakai topi yang terlalu ketat dapat mengganggu aliran darah menuju kepala, sehingga dapat memicu sakit kepala.




Sumber :
http://health.detik.com/read/2014/03/31/140339/2541285/763/jarang-diketahui-10-benda-ini-bisa-picu-reaksi-alergi
http://health.detik.com/read/2014/03/31/140339/2541285/763/2/jarang-diketahui-10-benda-ini-bisa-picu-reaksi-alergi
http://allegory-of-allergies.blogspot.com/2013/06/6-benda-penyebab-sakit-kepala.html
Gambar-gambar diambil dari google.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar