Terima kasih Atas kunjungannya

Sabtu, 10 September 2011

Senjata Tradisional Indonesia.

Selain sejarahnya, Indonesia juga terkenal kaya dengan beragam jenis potensi alam dan juga budayanya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Mungkin beribu jenis budaya masih tetap hidup di seluruh daerah, mulai dari tarian akan alam, tarian perang sampai kepada tarian seni budaya biasa, begitu juga dengan berbagai macam jenis senjatanya.

Nah, yang saya catat ini hanya beberapa saja dari berbagai jenis senjata tradisional Indonesia diantaranya adalah :



Kujang




Kujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat. Kujang mulai dibuat sekitar abad ke 8 atau ke 9 yang terbuat dari besi, baja dan bahan pamor dengan panjang sekitar 20 sampai dengan 30 centimeter dan beratnya kurang lebih sekitar 300 gram.

Kujang merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas, baik sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, ataupun cindera mata.

Pada zaman dulu perkakas ini hanya digunakan oleh kelompok tertentu yaitu para Raja, Prabu Anom, golongan pangiwa, panengen, golongan agamawan, para putri serta golongan kaum wanita tertentu, dan para kokolot (orang yang dituakan)



Keris




Berdasarkan dokumen-dokumen purbakala, keris dalam bentuk awal telah digunakan sejak abad ke-9. Kuat kemungkinannya bahwa keris telah digunakan sebelum masa tersebut.

Penggunaan keris sendiri tersebar di masyarakat rumpun Melayu. Pada masa sekarang, keris umum dikenal di daerah Jawa, Madura, Bali/Lombok, Sumatra, Kalimantan serta Sulawesi, Malaysia, Brunei, Thailand dan Filipina (khususnya di daerah Mindanao). Di Mindanao, bentuk senjata yang juga disebut keris tidak banyak memiliki kemiripan meskipun juga merupakan senjata tikam.

Keris memiliki berbagai macam bentuk, misalnya ada yang bilahnya berkelok-kelok (selalu ganjil) dan ada pula yang berbilah lurus. Orang Jawa menganggap perbedaan bentuk ini memiliki efek esoteri yang berbeda.

Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti Keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.

Tata cara penggunaan keris berbeda-beda di masing-masing daerah. Di daerah Jawa dan Sunda misalnya, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang pada masa damai tetapi ditempatkan di depan pada masa perang. Sementara itu, di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan.



Mandau




Mandau adalah senjata tajam sejenis parang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan. Berbeda dengan arang mandau memiliki ukiran - ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau.

Menurut literatur di Museum Balanga, Palangkaraya, bahan baku mandau adalah besi (sanaman) mantikei yang terdapat di hulu Sungai Matikei, Desa Tumbang Atei, Kecamatan Sanaman Matikai, Samba, Kotawaringin Timur.

Besi ini bersifat lentur sehingga mudah dibengkokan.



Rencong




Rencong adalah senjata tradisional Aceh, bentuknya menyerupai huruf L, dan bila dilihat lebih dekat bentuknya merupakan kaligrafi tulisan Bismillah. Rencong termasuk dalam kategori Belati (bukan pisau ataupun pedang).

Rencong memiliki tingkatan; untuk Raja atau Sultan biasanya terbuat dari gading (sarung) dan emas murni (bagian belatinya). Sedangkan rencong-rencong lainnya biasanya terbuat dari tanduk kerbau ataupun kayu sebagai sarungnya, dan kuningan atau besi putih sebagai belatinya.

Selain yang diatas, kita juga mengenal berbagai jenis senjata lainnya seperti Clurit (Madura), Parang, Bedog (Jawa Barat), Badik Jawa, Badik Sumatera, Badik Bugis, Beladau (Sumatera Utara), Siwah (Aceh), Sundu (NTT), Pasatimpo (Sulteng), Kalawai (Maluku)dll.




Sumber : http://indonesiakemarin.blogspot.com/2008/08/senjata-tradisional-indonesia.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar