Terima kasih Atas kunjungannya

Jumat, 06 Agustus 2010

Kenal kode plastik agar kita aman.

BANYAK negara yang melarang peredaran plastik sebagai kemasan makanan atau minuman. Pasalnya, plastik mengandung senyawa Bisphenol A yang berbahaya untuk tubuh, satu di antaranya jahat bagi jantung.

Namun, masih banyak juga plastik yang beredar bebas di masyarakat. Meski demikian, kemasan itu belum tentu aman. Untuk itu, kemasan plastik diberi label agar Anda waspada menggunakannya. Rata-rata tanda itu berupa anak panah yang membentuk segitiga.

Jadi, sebaiknya kenali dulu tandanya agar tak berbahaya bagi Anda. Berikut label atau tanda tersebut:

1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate)
Bentuknya segitiga berwarna hijau. Terdapat huruf PETE di bawahnya. Biasanya, tanda itu digunakan untuk botol air mineral, jus, dan lainnya.

Ciri utama kemasannya yakni transparan. Kemasan itu hanya layak untuk sekali pakai. Selain itu, hindari juga air panas ke dalam kemasan itu.

2. HDPE (high density polyethylene)
Segitiganya berwarna hijau. Tulisan HDPE di bawah segitiga. Umumnya, tanda itu ditemukan di botol susu. Warna botol juga berwana putih susu. Artinya, botol itu hanya untuk sekali pakai.

3. V atau PVC (polyvinyl chloride)
Segitiganya berwarna merah dengan tulisan V di bagian bawah. Kemasan ini menggunakan plastik yang paling susah didaur ulang. Biasanya digunakan untuk cling wrap (plastik pembungkus) dan botol. Kandungan DEHA-nya bisa bocor dan meresap ke makanan berminyak jika dipanaskan. Kandungan itu berbahaya bagi hati dan ginjal.

4. LDPE (low density polyethylene)
Terdapat tulisan LDPE di bawah tanda segitiga berwarna hijau. Umumnya, tanda itu digunakan untuk wadah makanan dan botol-botol dengan tekstur lembek. Sifatnya mudah didaur ulang dan fleksibel tapi kuat. Yang satu ini cukup aman.

5. PP (polypropylene)
Bahan plastik terbaik ini biasanya menggunakan tanda segitiga berwarna hijau dengan huruf PP dibawahnya. Kemasan dengan plastik ini biasanya transparan namun tak bening. Plastik jenis ini aman untuk kemasan makanan maupun minuman.

6. PS (polystyrene)
Huruf PS ditemukan di bawah segitiga berwarna merah. Biasanya digunakan di kemasan berbahan styrofoam. Bahan PS bisa mencemari makanan dengan kandungan styrine-nya yang berbahaya bagi sistem saraf dan otak. Styrine ini juga yang diproduksi oleh asap rokok, polusi kendaraan, dan bahan konstruksi gedung. Harus dihindari!

7. Other (biasanya polycarbonate)
Tanda ini biasanya ditemukan di tempat minum olahraga. Bahan ini mampu mengacaukan sistem hormon, jadi dihindari saja, ya.

Untuk mencegah dampak buruk BPA:
1. Cari mainan, botol bayi, atau wadah yang memiliki label bebas BPA.

2. Kurangi penggunaan makanan kaleng. Lebih baik pilih bahan segar atau beku. Selain pada wadah plastik, BPA juga ditemukan pada lapisan kaleng.

3. Untuk pemakaian bahan plastik polycarbonate (botol bayi atau gelas bayi), maka botol jangan dipanasi. Hindari juga penggunaan air panas atau hangat. Memanasi plastik dengan suhu tinggi bisa memicu lepaskan zat kimia yang dikandung bahan.

4. Pilih saja plastik-plastik yang aman sesuai kode di atas.

5. Hal terakhir adalah cuci plastik polycarbonate dengan menggunakan sabun/ detergen yang memiliki kandungan lembut.(kpl/***)



Sumber : Kapanlagi, MetroTV

Tidak ada komentar:

Posting Komentar