Terima kasih Atas kunjungannya

Kamis, 01 Juli 2010

Kueh yang berbeda.

Jason baru saja melewatkan minggu pertamanya di kelas 1 SMP. Ia berkenalan dengan beberapa teman baru di sekolah. Sekarang mereka sedang bercakap-cakap tentang sebuah film yang baru saja beredar. Sebagian besar dari mereka telah menontonnya dan mereka bertanya kepada Jason kapan ia akan menonton film itu. Lagi pula film itu hanya digolongkan 13 tahun keatas. Jason tidak terlalu yakin apakah orangtuanya akan mengijinkannya pergi, tetapi ia memutuskan untuk mencoba. Ketika ibunya bertanya mengapa film itu digolongkan 13 tahun keatas, Jason menjawab, “Kata teman-teman, bahasanya cukup sopan. Cuma tiga kali saja mereka menyebut nama Tuhan dengan tidak hormat, dan ada empat kali saja ucapan sumpah serapah. Ada beberapa adegan yang tidak sopan. Kekerasan hanya terbatas pada beberapa pembunuhan, tetapi tidak penuh berlumuran darah. Sungguh, mereka bilang film itu sangat lucu dan aku harus melihatnya.”

Ibu mendengarkan komentar Jason dengan sabar dan mengatakan bahwa ia akan memberitahu Jason sore nanti apakah ia boleh pergi menonton film atau tidak. Siang itu Jason dapat mencium bau yang sedap sedang di panggang. Ibunya sedang memanggang kue kesukaannya, kue brownies dengan krim di tengahnya! Setelah selesai makan, Jason bertanya apakah ia boleh minta beberapa potong kue coklat yang lezat itu. Ibunya menjawab, “Tentu saja boleh, nak. Ambil sesukamu. Ibu tahu betapa kamu sangat menyukai kue brownies dengan krim buatan ibu. Tapi, tadi ibu menambahkan sedikit bahan baru. Ibu harap kamu tidak keberatan.” Ketika Jason bertanya bahan baru apakah itu, ibunya menjawab,” Kotoran! Ibu ambil dari halaman belakang. Tapi jangan khawatir. Ibu tidak memberinya banyak. Mungkin kamu bahkan tidak akan merasakannya. Ibu yakin rasanya pasti nikmat!” “Bu, ibu bergurau ya? Aku'kan nggak mungkin makan kue brownies yang dicampur kotoran!” protes Jason. “Tapi nak, hanya sedikit kok kotorannya. Tidak akan membuatmu sakit. Lagi pula, semua bahan lainnya adalah bahan-bahan yang baik,” jawab ibu.

Jason termenung sejenak. “Aku mengerti!” teriaknya. “Aku mengerti apa yang hendak ibu sampaikan. Ibu hendak menyampaikan pesan tentang film yang ingin aku tonton itu, kan? Meskipun kelihatannya film itu tidak membahayakan karena tidak banyak adegannya yang tidak baik, bahkan yang sedikit itu pun dapat memberi pengaruh yang buruk bagiku. Itu'kan yang hendak Ibu katakan padaku?” Ibunya tertawa “Kamu mengerti sekarang, Jason. Ibu tidak ingin mengatakan `tidak' padamu. Ibu ingin kamu menyadari mengapa sebaiknya kamu tidak menonton film itu.” Jason memahami maksud ibunya dan ikut tertawa juga. “Tapi, apakah ibu sungguh-sungguh mencampur kue brownies kesukaanku ini dengan kotoran?” tanya Jason. “Tidak, nak. Ibu hanya bergurau agar kamu mengerti maksud ibu. Maafkan ibu, ya?” Jason memeluk ibunya dan berbisik sambil tertawa kecil, “Ya, hanya jika kue brownies dengan krim ini adalah kue yang paling lezat yang pernah ibu buat!”

Sumber Yesaya Maret 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar