Jelas aku tertunduk dibayangmu.
Mengatas segala yang menggetar dan membeku.
Dan jalan kepadamu sudah kutahu.
Sejajar sungai coklat dalam jiwaku.
Tuhanku tahu laut yang kukehendaki.
Dimana perahu-perahu melancar.
Memburu gairah
untuk mengucap
untuk menjawab
Tetapi kepadamu segalanya kukembalikan.
Ada saatnya aku di sungai.
Inikah jalanku menuju kepadamu ?
Tetapi tak ada jawaban lain.
Jelas aku berpaling dimana aku ada.
Mengatas segala yang merayab dalam hidup-matiku.
Betapa ku mau mencair dalam kenyataan.
Terimalah aku.
Dan segala yang kubawa serta.
1967
Kirdjomuljo, dikutip dari Tugu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar