Terima kasih Atas kunjungannya

Minggu, 04 April 2010

Masmur mawar.

Kita muliakan nama Tuhan.
Kita muliakan dengan segenap mawar.
Kita muliakan Tuhan yang manis,
indah dan penuh kasih sayang.
Tuhan adalah serdadu yang tertembak.
Tuhan berjalan di sepanjang jalan becek,
sebagai orang miskin yang tua dan bijaksana
dengan baju compang camping,
membelai kepala kanak-kanak yang lapar.
Tuhan adalah bapak yang sakit batuk
dengan pandangan yang arif dan bijak
membelai kepala para pelacur.
Tuhan berada di gang-gang gelap
bersama para pencuri dan para perampok,
dan para pembunuh.
Tuhan adalah teman sekamar para penjinah.
Raja dari segala raja
adalah cacing bagi bebek dan babi.
Wajah Tuhan yang manis adalah meja perjudian,
yang berdebu dan dibantingi kartu-kartu.
Dan sekarang saya lihat.
Tuhan sebagai orang tua yang renta,
tidur melengkung di trotoar,
batuk-batuk karena malam yang dingin,
dan tangannya menekan perutnya yang lapar.
Tuhan telah terserang lapar, batuk dan selesma,
menangis ditepi jalan.
Wahai, ia adalah teman kita yang akrab.
Ia adalah teman kita semua para musuh polisi.
para perampok, pembunuh, penjudi,
pelacur, penganggur dan peminta-minta.
Marilah kita datang kepada Nya,
kita tolong teman kita yang tua dan baik hati.



Sajak-sajak sepatu tua, Rendra. Pustaka Jaya. Jakarta 1972.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar