Terima kasih Atas kunjungannya

Jumat, 02 Mei 2014

Tempat-tempat menakjubkan di bumi II



Gua Es Mendenhall di Alaska

Gua es Mendenhall, Gletser Mendenhall, wisata di Alaska
Gua es Mendenhall merupakan salah satu wisata yang menampilkan fenomena alam yang mempesona.
Gua ini merupakan salah satu wisata di Alaska, Amerika Serikat.
Gua es ini masuk dalam Gletser Mendenhall.
Semua gletser ini sepanjang 19 kilometer.
Ada di Lembah Mendenhall.
Gletser ini merupakan bagian dari wilayah konservasi yang masuk dalam Mendenhall Glacier Recreation Area dan Hutan Nasional Tongass.
Gletser Mendenhall memiliki nama lain yakni Sitaantaagu yang mempunyai arti gletser di belakang kota atau Aak’wtaaksit dengan arti gletser di balik danau kecil.


Gua es Mendenhall, Gletser Mendenhall, wisata di Alaska
Dengan luasnya Gletser ini, di dalamnya terdapat sebuah gua es yang sangat luas dan unik.
Dari sumber Atlas Obscura, lokasi ini dapat dikunjungi dengan menaiki perahu.
Siapapun yang akan menyaksikan dan berwisata di gua es mendenhall harus naik ke bukit gletser terlebih dahulu.
Hal ini dikarenakan gua es ini ada di bagian bawah gletser Mendenhall.
Pemandangan di dalamnya unik dan indah, Anda akan merasa ada di bagian alam lain.
Di dalam salah satu wisata di Alaska ini tersebut orang dapat melihat beragam bentuk dari siklus air di saat yang bersamaan.


Gua es Mendenhall, Gletser Mendenhall, wisata di Alaska
Anda dapat melihat keindahan air yang mengalir di atas langit-langit yang terlihat layaknya terowongan kaca dengan warna biru, bebatuan es dengan warna kebiruan, dan air terjun kecil yang indah.
Anda pasti seakan ada seperti di dalam akuarium taman laut.
Namun, saat ini gua es Mendenhall ini semakin terlihat kepunahannya.
Hal ini terjadi karena saat ini berubah dengan meningkatnya efek pemanasan global.
Naiknya suhu menjadikan salah satu wisata di Alaska dengan lapisan dari es ini perlahan-lahan meleleh.


Red Beach, Panjin, China.


Red Beach atau Pantai Merah terletak di Liaohe River Delta, kira-kira 30 barat daya kilometer Bandar Panjin di China.
Pantai itu mendapat namanya dari rupa, yang disebabkan oleh sejenis rumpai laut yang subur di tanah masin-alkali.
Rumpai yang mula berkembang pada April atau Mei kekal hijau semasa musim panas.
Pada musim luruh, pantai ini bertukar merah menyala , yang mewujudkan landskap laut merah yang jarang berlaku.
Kebanyakan Pantai Merah adalah rizab alam semula jadi dan ditutup kepada orang ramai.
Hanya sebahagian kecil dibuka untuk pelancong.






































Hutan bambu, Sagano, Jepang.

Sagano, Hutan Bambu yang Bersiul di Jepang
Sejuk, hijau dan merdu, itulah kira-kira apa yang Anda lihat dan rasakan saat berlibur ke Sagano Bamboo Forest di Jepang.
Saat angin berhembus, deret bambu di hutan ini kerap mengeluarkan suara seperti siulan.
Keindahan pemandangan dan suara yang tercipta di Hutan Bambu Sagano membuat kawasan ini menjadi salah satu objek wisata tercantik di Jepang.
Hutan ini menjadi tempat yang cocok untuk jalan-jalan santai atau bersepeda.
Anda pun bisa menyewa sepeda di sini.


Sagano, Hutan Bambu yang Bersiul di Jepang
Hutan yang terletak di barat laut Kyoto Basin, Jepang ini bisa dicapai dengan menggunakan kereta dari Kyoto.
Dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dengan kereta, Anda pun bisa menjelajah hutan seluas 16 km persegi ini.
Saat paling tepat melancong ke sini adalah saat angin sedang berhembus bersahabat.
Tidak terlalu kencang dan tidak terlalu lemah, hembusan angin yang bersahabat ini akan menciptakan musik alam yang syahdu.
Gemerisik dedaunan yang bergesekan dengan batang, ditambah dengan siulan angin yang datang dari sela batang akan membuai dan menentramkan hati anda.


Sagano, Hutan Bambu yang Bersiul di Jepang
Rute trekking yang tersedia cukup besar dan bagus.
Jalan yang terbuat dari aspal ini hampir selalu bersih karena hampir tidak pernah ada wisatawan yang membuang sampah sembarangan.
Satu-satunya sampah yang ada di sini adalah daun yang gugur.
Bersepeda adalah kegiatan yang paling asyik dilakukan saat pagi atau sore hari.
Cuaca masih terbilang teduh dan ada cahaya matahari yang menemani Anda.
Sedangkan saat siang, jalan-jalan santai disepanjang hutan menjadi alternatif kegiatan banyak wisatawan.


Sagano, Hutan Bambu yang Bersiul di Jepang
Oh iya, jangan lupa untuk menonton tarian alam yang tak kalah indah dari nyanyiannya.
Saat angin menghembus ke dalam hutan, ujung bambu akan bergoyang ke kiri dan kanan atau depan dan belakang.
Bayangkan puluhan bahkan ratusan pohon bambu bergerak bersamaan dan berirama.
Sungguh pertunjukan alam yang mempesona !


Jalanan kota Bonn.


Setiap musim semi di Altstadt, Bonn.
Kota tua yang indah di kota yang dulunya ibukota Jerman.
Bunga sakura mengambil alih jalanan dan menarik kerumunan pengunjung.
Warga lokal dan juga turis dari seluruh dunia tertarik untuk berjalan melalui gang-gang sempit, yang tampaknya berubah menjadi terowongan berwarna merah muda yang berseri-seri.



Musim merah jambu dimulai dengan tumbuhnya tunas kecil yang kemudian berbunga merah muda pucat di wilayah Altstadt yang terlindungi dari angin.
Begitu bunga pertama mekar dan berubah warna menjadi merah muda yang menyala, pohon ceri seakan meletup.



Ada dua jalan utama di Altstadt, Bonn, di mana pohon ceri terlihat paling spektakuler, Breitestrasse and Heerstrasse.
Tahun 1984, pohon ceri dari Jepang, yang bunganya kerap disebut sakura, ditanam di wilayah ini dengan tujuan meningkatkan situasi ekologis dan kondisi hidup di kota tua.



Jalan bunga sakura di Altstadt, Bonn, telah masuk ke dalam daftar panduan perjalanan dan berkali-kali terpilih sebagai salah satu Tempat yang Harus Dikunjungi.
Untuk dapat melihat dan berjalan melewati daya tarik ini, turis berusaha merencanakan kunjungan mereka ke Bonn sesuai dengan ‘musim merah jambu.’< /> brFotografer sampai harus bersaing untuk mendapatkan titik yang sempurna.



Meski ramai, setiap pengunjung berusaha mendapatkan foto yang istimewa.
Mengingat mekar bunga tidak terlalu lama dan begitu banyaknya orang serta kendaraan lalu lalang, ada semacam perasaan mendesak di antara fotografer di jalanan yang menyala ini.



Altstadt sebenarnya adalah wilayah permukiman, namun menawarkan sejumlah kafe, bengkel seniman dan butik yang unik, serta toko-toko kecil bergaya Art Nouveau.
Wilayah ini di Bonn tetap indah sepanjang tahun – namun bunga sakura membuatnya semakin istimewa.



Bahkan pada malam hari bunga sakura tetap menyihir.
Berkat lampu jalanan dan jendela yang memberi penerangan, bunga sakura menunjukkan keajaiban mereka.
Satu keuntungan bagi para fotografer adalah jalanan sudah lebih sepi sehingga peluangnya lebih besar untuk mendapatkan foto yang bagus tanpa bertumbukan dengan pejalan kaki.



Menuju akhir musim bunga sakura, yang umumnya bertahan hingga 10 hari, dahan-dahan mulai terkulai karena ukuran bunga yang membesar dan kelopak mulai berguguran ke jalanan.
Berjalan melewati Altstadt pada saat itu rasanya seperti berjalan di atas karpet sutra berwarna merah jambu.


Tambang Naica, Meksiko.


Tambang Naica, 300 meter di bawah permukaan di Naica, Chihuahua, Meksiko.
Kristal yang ada di gua itu besar-besar, ada yang panjangnya 12 m dengan diameter 4 m dan berat 55 ton, suhu di dalam gua itu sangat panas, 58 ° C, sehingga kita harus memakai pakaian pelindung.













Sumber :
http://www.poenta.net/2014/04/gua-es-mendenhall-wisata-unik-di-alaska-yang-mulai-punah.html
http://dairishare.blogspot.com/2012/11/pantai-merah-yang-menakjubkan.html
http://www.yousaytoo.com/sagano-hutan-bambu-yang-bersiul-di-jepang/2551819
http://www.dw.de/fenomena-bunga-sakura-di-bonn/g-17549982
http://forum.indowebster.com/showthread.php?t=477663

Tidak ada komentar:

Posting Komentar