Terima kasih Atas kunjungannya

Selasa, 27 November 2012

Sistem gerak dan sendi (rangka manusia dan artikulasi.



Pada manusia terdapat sistem kerangka yang tersusun dari tulang-tulang dan saling tersambung secara teratur yang disebut sebagai rangka.
Tulang yang membentuk sistem rangka pada tubuh kita terdiri dari sel-sel yang hidup, tumbuh dan berubah seperti anggota tubuh kita yang lainnya.
Tulang manusia ketika masih bayi terdiri dari 300 tulang sedangkan ketika dewasa tulang manusia hanya 206 tulang.
Tulang-tulang tersebut berfungsi melindungi bagian-bagian tertentu pada tubuh kita.
Misalnya, bagian yang lunak dan organ-organ dalam penting seperti hati, jantung, paru-paru, dan ginjal.
Tulang juga membantu kita bergerak atau melakukan kegiatan.
Selain itu, tulang merupakan kerangka tubuh yang menahan dan menjaga bentuk tubuh.
Antar tulang dihubungkan oleh sendi.
Sendi menjadikan tulang terikat kuat pada tempatnya.
Selanjutnya bagian yang dapat menggerakkan rangka disebut otot.
Pada kehidupan sehari-hari otot sering disebut daging.


Bagian-Bagian Rangka Manusia.




Organ Penyusun Sistem Gerak (Rangka manusia) terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian kepala (tengkorak), bagian badan, dan bagian anggota gerak.


Bagian Tengkorak (Kepala).


Tulang rangka kepala (tengkorak) berfungsi melindungi organ-organ penting yang ada di bagian kepala, antara lain otak.
Apabila kepala terbentur maka otak akan terlindung dari kerusakan, karena ada tulang tengkorak.
Rangka kepala (tengkorak) meliputi tulang-tulang tengkorak wajah dan tulang pelindung otak.
Tersusun dari tulang pipih yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih.
Tulang-tulang tengkorak dibedakan lagi menjadi
  • Tengkorak wajah terdiri atas

  • 2 tulang hidung,
  • 2 tulang pipi,
  • 2 tulang rahang atas,
  • 2 tulang rahang bawah,
  • 2 tulang air mata,
  • 2 tulang langit-langit,
  • tulang pisau luku,
  • 1 tulang lidah.

  • Tulang pelindung otak meliputi:

  • 1 tulang dahi,
  • 1 tulang belakang kepala,
  • 2 tulang pelipis,
  • 2 tulang ubun-ubun,
  • 2 tulang baji,
  • 2 tulang tapis.

Bagian Badan.

Rangka badan meliputi: tulang belakang, tulang rusuk, tulang dada, tulang gelang bahu, dan tulang gelang panggul.
  • Tulang Belakang.



  • Tulang belakang terdiri atas 33 ruas, yaitu.

  • 7 ruas tulang leher,
  • 12 ruas tulang punggung,
  • 5 ruas tulang pinggang,
  • 5 ruas tulang kelangkang,
  • 4 ruas tulang ekor.

  • Tulang rusuk

  • Tulang rusuk terdiri atas 12 ruas, yaitu

  • 7 pasang tulang rusuk sejati,
  • 3 pasang tulang rusuk palsu,
  • 2 pasang tulang rusuk melayang.

  • Tulang dada.



  • Tulang dada terdiri atas tiga bagian, yaitu.

  • tangkai atau hulu,
  • badan,
  • taju pedang.

  • Tulang dada merupakan tempat melekatnya  tulang rusuk bagian depan.
    Tulang rusuk dan tulang dada membentuk rongga dada.

  • Tulang Gelang bahu.


  • Di atas rongga dada terdapat rangka bahu. Rangka bahu dibentuk oleh tulang gelang bahu. Tulang gelang bahu tersusun dari sepasang tulang belikat dan sepasang tulang selangka.

  • Tulang Gelang Panggul.


  • Pada badan bagian bawah terdapat rangka panggul.
    Rangka panggul dibentuk oleh tulang gelang panggul.

  • Tulang gelang panggul dibentuk oleh.

  • 2 tulang usus,
  • 2 tulang duduk,
  • 2 tulang kemaluan.

Bagian Anggota Gerak.

Rangka anggota gerak terdiri atas tulang-tulang anggota gerak atas (tangan) dan tulang-tulang anggota gerak bawah (tungkai).

  • Tulang-tulang anggota gerak atas (tangan).


  • Tulang-tulang anggota gerak atas (tangan), yaitu:

  • 2 tulang lengan atas,
  • 2 tulang hasta,
  • 2 tulang pengumpil,
  • 16 tulang pergelangan tangan,
  • 10 tulang telapak tangan,
  • 28 tulang ruas-ruas jari tangan.

  • Tulang-tulang anggota gerak bawah (tungkai).



  • Tulang-tulang anggota gerak bawah (tungkai), yaitu:
  • 2 tulang paha,
  • 2 tulang kering,
  • 2 tulang betis,
  • 2 tulang tempurung lutut,
  • 2 tulang telapak kaki,
  • 14 tulang pergelangan kaki,
  • 10 tulang telapak kaki
  • 28 tulang ruas-ruas jari kaki.

Bentuk-bentuk Tulang Rangka Manusia.

Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu tulang pipa, tulang pendek dan tulang pipih.


a. Tulang Pipa.


Tulang pipa adalah tulang yang memiliki bentuk seperti pipa.
Rongga pada tulang pipa berisi sumsum kuning.
Sumsum kuning ini banyak mengandung lemak.
Sumsum kuning dapat berfungsi sebagai cadangan makanan.
Pada ujung-ujung tulang pipa yang mengembung, di dalamnya terdapat rongga-rongga kecil yang berisi sumsum merah.
Sumsum merah ini berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah.


b. Tulang Pendek


Tulang pendek memiliki ukuran tulang yang pendek.
Di dalamnya hanya terdapat rongga-rongga kecil berisi sumsum merah.
Tulang-tulang yang termasuk tulang pendek antara lain tulang belakang, tulang pergelangan tangan, dan tulang pergelangan kaki.


c. Tulang Pipih


Tulang ini berbentuk pipih.
Sama halnya dengan tulang pendek, tulang pipih berfungsi sebagai tempat pembentukan sel-sel darah.
Hal ini disebabkan dalam tulang pipih terdapat rongga-rongga kecil yang berisi sumsum merah.
Tulang yang termasuk ke dalam tulang pipih, antara lain tulang rusuk, tulang dada, dan tulang tengkorak kepala.


Fungsi Tulang (Rangka).

Tulang merupakan alat gerak yang memiliki peranan penting bagi manusia karena tulang-tulang pada manusia selain menyusun rangka, juga memiliki beberapa fungsi diantaranya adalah:
  • Memberi bentuk tubuh
  • Melindungi alat (organ-organ) tubuh yang vital
  • Menahan dan menegakkan tubuh, Menunjang tegaknya tubuh
  • Tempat melekatnya otot rangka (skelet)
  • Sumsum merah tulang membentuk sel-sel darah merah, Tempat pembentukan sel-sel darah Merah
  • Sebagai cadangan (penimbunan) mineral terutama Calsium dan Fosfat
  • Tempat menyimpan energi, yaitu simpanan lemak yang ada di sumsum kuning


Sistim muskuloskeletal pada manusia terdiri dari tulang, otot dan persendian (dibantu oleh tendon, ligamen dan tulang rawan).
Sistem ini memungkinkan Anda untuk duduk, berdiri, berjalan atau melakukan kegiatan lainnya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain sebagai penunjang dan pembentuk tubuh, tulang juga berfungsi sebagai pelindung organ dalam.
Tempat pertemuan 2 tulang adalah persendian (artikulasi), yang berperan dalam mempertahankan kelenturan kerangka tubuh.
Tanpa persendian, tidak mungkin bisa melakukan berbagai gerakan.
Sedangkan yang berfungsi menarik tulang pada saat Anda bergerak adalah otot, yang merupakan jaringan elastik yang kuat.


Ada 3 jenis persendian yang dibedakan berdasarkan jangkauan gerakan yang dimiliki:
  • Persendian Fibrosa, yaitu persendian yang tidak dapat digerakkan, dimana letak tulang-tulangnya sangat berdekatan dan hanya dipisahkan oleh selapis jaringan ikat fibrosa, contohnya sutura di antara tulang-tulang tengkorak.
  • Persendian Kartilagenosa, yaitu persendian yang gerakannya terbatas, dimana tulang-tulangnya dihubungkan oleh tulang rawan hialin, contohnya tulang iga.
  • Persendian Sinovial, yaitu persendian yang gerakannya bebas, merupakan bagian terbesar dari persendian pada tubuh orang dewasa, contohnya sendi bahu dan panggul, sikut dan lutut, sendi pada tulang-tulang jari tangan dan kaki, pergelangan tangan dan kaki.


Komponen Penunjang Sendi.

Berikut adalah komponen penunjang sendi:
  • Kapsula sendi adalah lapisan berserabut yang melapisi sendi.
    Di bagian dalamnya terdapat rongga.
  • Ligamen (ligamentum) adalah jaringan pengikat yang mengikat luar ujung tulang yang saling membentuk persendian.
    Ligamentum juga berfungsi mencegah dislokasi.
  • Tulang rawan hialin (kartilago hialin) adalah jaringan tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang.
    Berguna untuk menjaga benturan.
  • Cairan sinovial adalah cairan pelumas pada kapsula sendi.


Macam-macam persendian.

Sinartrosis (sendi mati) adalah sendi yang tidak memiliki celah sendi, sehingga persendian yang tidak dapat digerakan, dan dapat dibedakan menjadi dua:
  • Sinartrosis sinfibrosis, yaitu sinartrosis yang tulang-tulangnya dihubungkan oleh jaringan ikat fibrosa. Contoh: persendian tulang tengkorak.
  • Sinartrosis sinkondrosis, ;yaitu sinartrosis yang dihubungkan oleh tulang rawan. Contoh: hubungan antarsegmen pada tulang belakang.

Diartrosis (sendi gerak), adalah persendian yang terjadi pada tulang, dimana tulang satu dengan tulang yang lain tidak dihubungkan dengan jaringan sehingga memungkinkan terjadinya gerakan yang bebas.
Dapat dikelempokkan menjadi:
  • Sendi peluru: persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah. Contoh: hubungan tulang lengan atas dengan tulang belikat.
  • Sendi pelana atau sendi sela : persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah.
    Contoh: hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan.
  • Sendi kondiloid atau ellipsoid, memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan ke kiri dan ke kanan, ke depan dan ke belakang.
    Ujung tulang yang satu berbentuk oval dan masuk kedalam suatu lekuk berbentuk elips.
    Contoh sendi antara tulang pengumpil dengan tulang pergelangan tangan
  • Sendi putar: persendian yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi).
    Contoh: hubungan tulang tengkorak dengan tulang belakang I (atlas).
  • Sendi luncur: persendian yang memungkinkan gerak rotasi pada satu bidang datar.
    Contoh: hubungan tulang pergerlangan kaki.
  • Sendi engsel: persendian yang memungkinkan gerakan satu arah.
    Contoh: sendi siku antara tulang lengan atas dan tulang hasta.

Amfiartosis (sendi kaku), adalah persendian yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan.
  • Sindesmosis, dimana tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen.
    Contoh:persendian antara fibula dan tibia.
  • Simfisis: Tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperi cakram.
    Contoh: hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.




Sumber :
http://smart-pustaka.blogspot.com/2011/01/sistem-gerak-rangka-manusia.html
http://wong168.wordpress.com/2012/11/27/sistem-gerak-rangka-manusia/
http://smart-pustaka.blogspot.com/2011/01/sendi-artikulasi.html
http://wong168.wordpress.com/2012/11/27/sendi-artikulasi/


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar