Terima kasih Atas kunjungannya

Rabu, 27 Juni 2012

Nenek-nenek perkasa .



Saat usia bertambah tua, kemampuan seseorang akan banyak berkurang. Mata semakin rabun, tulang keropos, gampang sakit, beruban, dan banyak lagi. Akhirnya, orang yang sudah tua sering diremehkan oleh golongan muda.

Tapi tidak dengan kumpulan nenek berikut ini, mereka tetap perkasa walau usia sudah tak muda lagi. Semoga, apa yang mereka perbuat bisa menjadi inspirasi agar kita, yang masih muda, bisa semangat dan berkarya lebih baik lagi.


Pendaki Gunung Everest Tertua.



Seorang nenek berusia 73 tahun, Tamae Watanabe, dinobatkan menjadi pendaki gunung tertua yang pernah menaklukkan Gunung Everest. Watanabe mendapatkan rekor itu pada Sabtu kemarin.

Watanabe mendaki berangkat ke Kathmandu, Nepal, pada awal April, dan mendaki gunung itu hingga ke puncak.


Girl Band Rusia Nenek-nenek.



Sebuah kelompok vokal yang dikenal dengan nama Buranovo Grannies menjadi buah bibir di Rusia setelah terpilih untuk menjadi wakil negara itu dalam lomba menyanyi Eurovision, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Sabtu (10/3/2012).

Sesuai namanya 'grannies' alias 'nenek-nenek', personel "girl band" ala Rusia ini sudah berusia sekitar 80 tahun. Kalau usia keenam anggota mereka ditotal, maka jumlahnya lebih dari 400 tahun.


DJ 73 Tahun dari Polandia.

.

Wika Szmyt adalah seorang nenek berusia 73 tahun. Walaupun ia sudah pensiun, Wika memanfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai DJ seminggu tiga kali di sebuah klub malam di Polandia. Wika juga sering terlibat dalam proyek musik modern, dimana ia mengajak orang – orang yang lebih muda untuk menikmati musiknya.


Nenek 98 Tahun Peraih Sabuk Hitam Judo.



Sensei Keiko Fukuda mencetak sejarah. Perempuan 98 tahun ini menjadi perempuan pertama yang mendapat gelar sabuk hitam Judo level 10. Inilah tingkatan tertinggi di olahraga seni beladiri itu.

Selain perempuan yang masih mengajar judo di Noe Valley, San Fransisco, Amerika Serikat ini,  hanya ada 16 orang di dunia yang mencapai gelar tertinggi di judo itu. Dari enam belas orang itu hanya empat orang yang masih hidup: Fukuda dan tiga lainnya adalah laki-laki yang tinggal di Jepang.


72 tahun Mahir Akrobatik.



Seorang nenek berusia 72 tahun menarik perhatian warga karena olahraga yang sehari-hari ia lakukan. Meski di usia senja, ia tak terlihat seperti nenek-nenek pada umumnya, tapi ia masih bisa melakukan olahraga dengan tingkat kelenturan tubuh yang mengagumkan.

Pensiunan bernama Tan Zhauxian, asal Nanning, ibukota Propinsi Guangxi, China Selatan ini dapat menekuk kakinya mendekati hampir setiap bagian tubuhnya.


Nenek 104 Tahun Berani Terjun Payung.



Seorang nenek berusia 104 tahun menjadi orang tertua pemberani untuk ambil bagian dalam terjun payung. nenek tersebut bernama Peggy McAlpine, ia memiliki dua anak, empat cucu dan dua cicit.

Kini ia menunggu konfirmasi catatan rekor oleh pejabat Guinness Book. Nyonya McAlpine memecahkan rekor penerjun tertua setelah lima tahun lalu dilakukan oleh Mary Allen Hardison, dari Utah AS yang berusia 101-tahun.


Nenek Shuffle Dance.



Tidak mau ketinggalan ketika banyak orang yang mencoba shuffle dance ala LMFAO, seorang nenek berusia 90 tahun pun dengan asyiknya berjoget sesuai lagu Party Rock Anthem.

Seakan tidak mau kalah dengan usia yang mulai menggerogoti tubuhnya, nenek ini dengan bersemangat melakukan shuffle dance meskipun terhalang oleh kekuatan badannya. Tidak peduli, yang penting nenek ini sangat gaul sekali!


Nenek Snipper






Chandro Tomar terlihat seperti nenek-nenek pada umumnya. Ia berumur 78 tahun, punya 6 anak dan sangat menyayangi 15 cucunya. Tetapi jangan salah! Rambut putih dan senyum ramahnya bisa membuatmu terjerumus.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Nenek Tomar diyakini merupakan penembak jitu atau sniper profesional tertua di dunia. Nenek asal Baghpat, Uttar Pradesh, India itu telah memenangi 25 kontes menembak jitu nasional. Dan yang lebih mencengangkan, ia mulai memegang senapan untuk pertama kalinya 10 tahun silam atau ketika umurnya 68 tahun.

Artinya dalam kurun waktu satu dekade ia mampu menguasai teknik menembak jitu dengan fasih. Kalau Vasily Zaitsev masih hidup, mungkin bakal ada adu tembak di antara mereka.

Semuanya bermula ketika Nenek Tomar menemani cucu perempuannya ke sebuah klub menembak. Cucunya amat tertarik dengan dunia ini namun ia malu untuk pergi sendirian. “Ketika aku sedang menungguinya, aku memutuskan untuk mencoba,” ungkap nenek renta itu. “Pelatih melihatku dan terkesima dengan bidikanku.”

Setelah itu ia pun berlatih secara teratur. Farooq Pathan mengatakan Nenek Tomar amat mahir sampai-sampai tak ada pria yang berlatih secara bersamaan karena takut dipermalukan. “Ia memiliki keahlian mumpuni, tangan yang kokoh, dan mata yang tajam,” ujarnya.

Talenta yang dimiliki Nenek Tomar tampaknya telah mendarah daging di dalam keluarganya. Seperti dikutip dari BBC, Seema, salah satu putrinya adalah wanita India pertama yang memenangi kejuaraan pistol dan senapan pada 2010. Sedangkan salah satu cucunya, Neetu Solanki, merupakan penembak jitu internasional yang mewakili India di kejuaraan yang berlangsung di negara-negara dunia seperti Hungaria dan Jerman. Kedua perempuan itu mengaku kisah Tomar telah menginspirasi mereka untuk semakin maju.

“Ia begitu mengagumkan,” ungkap Seema. “Jika ia bisa melakukannya, maka kami pun pasti bisa. Ia memperlihatkan kepada kami bahwa segala sesuatu itu bisa terjadi. Ia telah sangat membantu meningkatkan kehidupan kami.”

Neetu, cucu perempuannya, menambahkan bahwa di dalam masyarakat yang didominasi oleh lelaki seperti di India, neneknya memberi harapan kepada para generasi muda.

“Para remaja putri mengatakan, ‘kalau nenek bisa, kenapa kita tidak?’ Aku katakan pada mereka: bekerja keraslah dan jagalah dagumu tetap ke atas dan kamu pasti akan bertualang ke banyak tempat,” kata Neetu.


Nenek 74 Tahun Ini Jadi Binaragawat.



Dia memang sudah bercucu, tetapi jangan memanggil Ernestine Shepherd tua. Perempuan 74 tahun asal Baltimore, Amerika Serikat, ini baru saja dinobatkan sebagai binaragawati tertua dunia sepanjang masa oleh Guinness Book of World Records.

Selama 18 tahun terakhir, Ernestine Shepherd sudah mengikuti sembilan lomba lari maraton dan memenangi dua kompetisi binaraga.

Penampilan nenek perkasa ini memang luar biasa. Badannya membuat iri banyak orang. Betapa tidak, tubuhnya ramping dengan kaki dan lengan berotot. Yang paling mengagumkan adalah perutnya, six-pack. Kepada harian Washington Post, dia mengatakan, "Umur itu cuma angka."

Dalam usia itu, Nenek Shepherd masih menjadi instruktur kebugaran. Nenek satu cucu itu pun memberi contoh. "Bila ingin memotivasi orang lain, Anda harus melakukan hal yang sama," ujarnya.

Selain mengajar kebugaran, ibu satu anak lelaki itu rajin berlatih. Tak tanggung-tanggung, pelatihnya adalah Yohnnie Shambourger (57), mantan Mr Universe yang memenangi medali emas untuk binaraga pada Pan American Games 1995.

"Anda seorang juara, dan saya akan melatih Anda seperti seorang juara," begitu kata Shambourger memotivasi anak didiknya.

Setiap hari Shepherd bangun pada pukul 03.00 pagi untuk bermeditasi. Kemudian dia berolahraga lari sejauh 16 kilometer di taman kota.

Tentu saja dia menjaga pola makan. Dia hanya mengonsumsi beras merah, dada ayam, dan sayuran, lalu menggelontornya dengan segelas putih telur mentah. Itu menunya tiga kali sehari dan setiap hari. Shepherd juga mengaku tidak menyukai makanan manis.

Shepherd mengaku dulu dia orang yang malas. Dia tidak suka melakukan aktivitas fisik. Sampai suatu hari, dia dan Mildred, kakaknya, menyadari bahwa tubuh mereka mulai lembek. Tanpa peduli usianya sudah 56 tahun, kakak-adik yang sangat akrab itu mulai berlatih di sebuah pusat kebugaran.

Karena puas dengan hasilnya, mereka pun meningkatkan intesitas latihan. Mereka bahkan mulai berani mengikuti kompetisi binaraga.

Selama 18 tahun terakhir, Nenek Shepherd sudah mengikuti sembilan lomba lari maraton dan memenangi dua kompetisi binaraga.

Ernestine Shepherd tinggal dengan suaminya, Colin, yang sudah dinikahinya selama 54 tahun. Ia juga tinggal bersama putra dan cucu.

Melihat dia berlatih sekeras itu, banyak orang bilang dia akan cepat mati. "Kita semua akan mati. Namun, saya lebih mementingkan kualitas hidup yang saya jalani," ungkapnya.




Sumber:
BBC, Dailymail,
http://memobee.com/index.php?do=c.every_body_is_journalist&idej=3279
http://www.apakabardunia.com/2012/06/8-nenek-perkasa-di-bumi-ini.html
http://internasional.kompas.com/read/2011/05/30/08234953/Nenek.74.Tahun.Binaragawati.Tertua.Dunia
http://www.apasih.com/2011/05/nenek-74-tahun-ini-jadi-binaragawati.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar