Terima kasih Atas kunjungannya

Jumat, 13 Januari 2012

Tentang Gamelan.

Gamelan adalah salah satu alat musik yang berasal dari jawa. Gamelan adalah salah satu warisan budaya yang harus kita lestarikan.
Seperangkat gamelan biasanya terdiri dari dua titi laras (titi nada) yaitu laras pelog dan laras slendro.
Laras slendro terdiri dari nada 1,2,3,5,6 dan laras pelog 1,2,3,4,5,6,7.

Adapun instrumennya antara lain :



KENDHANG




Kendhang terdiri dari 3 buah, yaitu Kendhang Bem/ Ageng (Besar), Kendhang Batangan/Ciblon (sedang), dan Kendang Ketipung (kecil).
Kendhang terbuat dari kayu bulat berlubang ditengah dengan ujung besar dan kecil yang dilapisi membran terbuat dari kulit kerbau atau sapi.



BONANG




Terdiri dari 2, yaitu bonang Barung (Besar) dan Bonang Penerus (Kecil).
Bonang terbuat dari perunggu berbentuk bulat berongga (tertelungkup) dengan pencon (benjolan) di atas bagian tengah.
Bonang ditata dengan 2 jajar. Bonang Laras Pelog ditata 2 jajar, atas/depan berjumlah 7 pencon, bawah/belakang 7 pencon.
Pencon Bonang atas disebut bonang ndhuwur, cilik, brunjung, atau lanang.
Pencon bonang bawah disebut bonang ngisor, gedhe, dhempok, atau wadon/ wedok.
Bonang Penerus mempunyai susunan nada yang sama dengan Bonang Barung, dengan nada satu oktaf lebih tinggi dari Bonang Barung.
Ukuran bonang penerus juga lebih kecil dari bonang barung.



BALUNGAN


Demung (Saron Panembung)
Demung adalah jenis instrument gamelan terbuat dari perunggu yang berbentuk bilah 2 persegi panjang yang ditata berderet.
Seperangkat Gamelan Ageng biasanya terdapat 1 atau 2 buah demung
(1 demung ada 2, pelog dan slendro, jadi semua berjumlah 2 atau 4 buah).

Saron (Saron Barung)
Instrumen ini berbentuk mirip demung dengan ukuran dan nada yang lebih kecil dari demung.
Seperangkat Gamelan Ageng biasanya terdapat 2 atau 4 buah saron
(1 saron ada 2, pelog dan slendro, jadi semua berjumlah 4 atau 8 buah).
Dalam Karawitan gaya Yogyakarta saron juga disebut dengan istilah ricik.

Peking
Instrumen ini berbentuk mirip dengan saron dengan ukuran dan nada lebih kecil dari saron.
Seperangkat Gamelan Ageng pasti terdapat 1 buah peking
(1 peking ada 2, pelog dan slendro, jadi semua berjumlah 2 buah).







KENONG




Kenong terbuat dari perungu berbentuk bulat berongga (tertelungkup) dengan pencon (benjolan) di atas bagian tengah. Ukuran kenong lebih besar dari bonang dan ditata berjajar satu, membentuk kotak.

KETHUK dan KEMPYANG


Bentuk dan ukuran kethuk lebih besar/ hampir sama dengan bonang dan lebih kecil dari kenong.
Kethuk berjumlah 2, (1 untuk laras slendro dan 1 untuk laras pelog.
Nada kethuk adalah 2, baik slendro maupun pelog.
Kempyang terbuat dari perunggu berbentuk bulat berongga (tertelungkup) dengan pencon (benjolan) di atas bagian tengah.
Kempyang berjumlah 2 pencon dan hanya digunakan dalam laras pelog dengan nada 7 dan 6.



GONG, SUWUKAN/SIYEM dan KEMPUL







Gong terbuat dari perunggu berbentuk bulat berongga dengan pencon (benjolan) di tengah. Gong ditata dengan cara digantung pada rancakan/ gayor. Ukuran suwukan / siyem lebih kecil dari gong, namun lebih besar dari kempul.
Seperangkat gamelan biasanya minimal terdapat dua buah suwukan.
Suwukan biasanya bernada 2 dan 1 slendro .
Kempul terbuat dari perunggu berbentuk bulat berongga dengan pencon (benjolan) di tengah.
Kempul ditata dengan cara digantung pada rancakan/ gayor. Ukuran kempul lebih kecil dari gong dan suwukan.



SLENTHEM.




Slenthem adalah jenis instrument gamelan terbuat dari perunggu yang berbentuk bilah persegi panjang pipih (lebih tipis dari demung, saron, dan peking) yang ditata berderet.
Slenthem laras Slendroberjumlah 6 – 7 bilah. Sedangkan pada Laras Pelog berjumlah 7 bilah.
Seperangkat gamelan ageng pasti terdapat 1 set slenthem (1 slenthem ada 2, pelog dan slendro, jadi semua berjumlah 2 buah).



GENDER




Gender berbentuk mirip slenthem. Gender dibagi menjadi 2, yaitu gender barungdan gender penerus.
Ukuran gender barung lebih kecil dari slenthem.
Gender barung laras Slendro maupun pelog berjumlah 13 – 14 bilah.
Seperangkat gamelan Ageng pasti terdapat 3 buah gender barung (1 gender barung slendro, 2 buah gender pelog, yaitu pelog Nem / Bem dan pelog barang).
Ukuran gender penerus lebih kecil dari gender barung dengan jumlah bilah dan susunan nada yang sama dengan gender barung.
Susunan nada gender barung maupun penerus adalah;
slendro 6, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 1, 2, 3, 5, 6, 1, 2, 3.
Pelog nem 6, 1, 2, 3, 5, 6, 1, 2, 3, 5, 6, 1, 2, 3.
Pelog Barang 6, 7, 2, 3, 5, 6, 7, 2, 3, 5, 6, 7, 2, 3.



GAMBANG




Gambang adalah jenis instrument gamelan berupa bilah persegi panjang yang terbuat dari kayu ditata berderet. Pada seperangkat instrumen gamelan yang lengkap terdapat 3 buah gambang, yakni gambang slendro, gambang pelog bem, dan gambang pelog barang. Namun tidak sedikit yang terdiri hanya dua buah instrumen saja. Pada gambang pelog, nada 1 dan 7 dapat disesuaikan dengan gendhing yang akan dimainkan.
Sebagai contoh, apabila akan memainkan gendhing pelog barang (7), maka tidak menggunakan nada satu (1).



REBAB




Rebab adalah jenis instrument terbuat dari kayu, dilapisi membran dari kulit hewan, dilengkapi dengan dua buah dawai.
Cara memainkannya dengan digesek. Nada dawai pada rebab adalah nem (6) dan ro (2).



SITER




Siter merupakan instrumen terbuat dari kayu berbentuk kotak berongga yang berdawai. Pada umumnya siter mempunyai dua belas nada, yaitu dari kiri ke kanan: 2, 3,5,6,1,2,3,5,6,1,2,3. (contoh untuk siter slendro).



SULING




Instrumen gamelan yang terbuat dari batang bamboo berlubang dengan diameter sekitar 2 sentimeter dengan panjang sekitar 40 sentimeter. Lubang pada suling berjumlah enam buah dengan jarak yang hampir sama.



http://www.sonicftp.com/news/images/soniccouture_gamelan.jpg

Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu sléndro, pélog, ‘Degung’ (khusus daerah Sunda, atau Jawa Barat), dan ‘madenda’ (juga dikenal sebagai diatonis, sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa.



http://i577.photobucket.com/albums/ss216/khafi/gamelan2.png


http://www.fas.harvard.edu/~musicdpt/gamelan08.gif

Dalam pertunjukannya di London, para penonton yang memadati British Museum di BP Lecture Theater dibuat terpukau. Dalam pertunjukan tersebut menampilkan kesenian Gamelan Southbank London dan tarian Jawa yang dibawakan penari Ni Made Pujawati.
Mari kita beranjak ke Pulau Dewata atau Bali. Para seniman Bali mengadakan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang salah satu tujuannya adalah membangkitkan kembali kesenian dan tabuh jenis kuna yang hampir punah. Salah satunya adalah Gambang yang merupakan Gamelan langka dan sakral. Gammelan Gambang yang ada di beberapa desa dan jumlahnya bisa dihitung dengan jari di Bali, kondisinya cukup memprihatinkan, karena kesakralannya dimainkan hanya untuk mengiringi upacara keagamaan. Di Bali tengah dan selatan gamelan ini dimainkan untuk mengiringi upacara ngaben.
Sementara di Bali Timur (Karangasem dan sekitarnya) Gambang juga dimainkan dalam kaitan upacara odalan di Pura-pura (tempat persembahyang bagi umat Hindu), yang penabuhnya hampir semua pria berusia lanjut akibat tidak ada regenerasi, kata Dewa Nurjana yang seniman tabuh ini.
Gamelan Gambang, berlaras Pelog (tujuh nada), dibentuk oleh enam buah instrumen berbilah. Yang paling dominan adalah empat buah instrumen berbilah bambu yang dinamakan gambang yang terdiri dari (yang paling kecil ke yang paling besar) pametit, panganter, panyelad, pamero dan pangumbang.






http://recherche.ircam.fr/equipes/analyse-synthese/peeters/GAMELAN/IMAGES/gfp1light.jpg


http://remus.shidler.hawaii.edu/gamelan.jpg

Setiap instrumen dimainkan oleh seorang penabuh yang mempergunakan sepasang panggul bercabang dua untuk memainkan pukulan kotekan atau ubit-ubitan, dan sekali-kali pukulan tunggal atau kaklenyongan. Instrumen lainnya adalah 2 tungguh saron krawang yang terdiri dari saron besar.
Ia mengatakan, para anak muda sekarang hampir tidak banyak mengenal gambelan gambang tersebut, akibat tidak ada yang mempelajarinya sehingga dikhawatirkan mempercepat kepunahannya, oleh sebab itu diharapkan lewat PKB anak-anak remaja mulai mengenalnya dan mencintai nantinya.



http://daily.swarthmore.edu/static/uploads/balinese-gamelan-company-comes-to-swarthmore/gamelan.jpg


http://jakartadailyphoto.com/wp-content/uploads/2007/04/gamelan.jpg

Para seniman asing yang pernah kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, justru banyak mempelajari seni gambelan gambang, dan nantinya akan dikolaborasikan dengan seni di negerinya. Mahasiswa yang mempelajari gambelan gambang ada dari Amerika, Eropa dan Jepang.



Disadari atau tidak, makin hari, makin sedikit generasi muda yang mengetahui gamelan, apalagi sampai menyukainya. Padahal, gamelan adalah salah satu bagian dari budaya nusantara yang harus tetap hidup untuk membangun ciri khas Indonesia. Pengetahuan akan gamelan makin tergeser seiiring dengan perubahan selera kawula muda yang cenderung menyukai kesenian dari luar. Pilihan selera tersebut sebenarnya sah-sah saja, akan tetapi sungguh disayangkan jika beberapa tahun ke depan, suasana kesenian Indonesia menjadi bernuansa asing, di sisi lain kebudayaan lokal menjadi punah, tinggal menjadi sejarah saja yang dipelajari di bangku-bangku sekolah. Apalagi jika suasana justru terbalik, musik asli Indonesia justru dimainkan di negara lain. Persoalan baru bisa timbul.



800px-Javanese_Gamelan

Memang, tidak semua orang wajib untuk bisa gamelan, namun setidaknya tiap-tiap orang yang merupakan pewaris kebudayaan gamelan mengerti apa itu gamelan, dan tidak mencemooh warisan budayanya sendiri. Sehingga apabila ada teman dari tempat lain, pewaris kebudayaan ini bisa menjelaskan dengan benar, dapat memberti rujukan-rujukan untuk informasi lebih lanjut. Beberapa orang ada juga yang melestarikan gamelan dengan ikut berperan aktif dalam grup-grup gamelan. Tidak hanya di Indonesia, tapi tersebar juga di seluruh dunia seperti USA, Israel, Jepang, Australia, Argentina, UK, Belanda, dan sebagainya, yang bisa dilihat dalam International Gamelan Directories. Banyak diantara grup itu yang bukan grup orang Indonesia, melainkan mereka yang menaruh minat besar terhadap gamelan karena mereka mengetahui bahwa gamelan mengandung unsur seni yang sangat tinggi dan unik. Akankah nantinya mereka yang mewarisi salah satu budaya kita?



gamelan_gong_gede

Perkembangan internet memungkinkan orang bisa mengakses informasi hampir tanpa batas, oleh karenanya, selayaknya di saat-saat senggang, mereka yang ingin mengetahui gamelan, dapat mengunjungi situs-situs tentang gamelan untuk menambah wawasannya, sehingga rasa memiliki budaya itu tetap ada. Berikut adalah beberapa link yang biasa saya kunjungi untuk dibaca-baca walaupun kebanyakan, saya belum sepenuhnya memahami semua hal tentang gamelan yang ada di situ:
  • http://www.gamelan.org/library/ Materi Online di American Gamelan Institute

  • http://members.efn.org/%7Eqehn/tutor/ Ringkasan buku “The People’s Guide to the Gamelan”, Qehn

  • http://sudarjanto.multiply.com/photos/album/222/Mengenal_nama_gamelan_Jawa Gambar Gamelan Jawa

  • http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Budaya_Bangsa/Gamelan/Main_Page/main_page.htm Gamelan Jawa-Bali di Northern Illinois University

  • http://www.gamelanbvg.com/gendhing/index.php Notasi Gending Jawa – koleksi besar oleh Barry Drummond

  • http://www.langensuka.asn.au/notation/ Notasi Gending Jawa – Sydney Group “Langen Suko” oleh Vi King Lim

  • http://www.monkeyc.org/play.html Animasi Gamelan

  • http://sinisterfrog.com/writings/gamelan Formasi Gamelan


Semoga link diatas bermanfaat bagi teman semua. Kiranya artikel-artikel yang ada disitu bisa disimpan didalam disk untuk keperluan pendidikan dan pengajaran. Apabila ada link lain yang berguna dan ingin di share, bisa diinformasikan di sini. Lebih bagus lagi apabila situs tersebut berbahasa Indonesia.










Sumber :
Sumanto, Buku panduan mata kuliah pengenalan seni Karawitan Jawa Fakultas Ilmu Budaya UGM.
http://mystarworld-nijhonk.blogspot.com/2010/11/tentang-gamelan.html
http://www.strov.co.cc/2010/06/tentang-gamelan-seni-khas-indonesia.html
http://wong168.wordpress.com/2010/06/25/tentang-gamelan/
http://ngeteh.wordpress.com/2009/07/19/mengenal-gamelan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar