ToncontÃn International Airport, Tegucigalpa, Honduras

Bandara ini dikepung pegunungan, sehingga sebelum mencapai landasan pacu, pilot terpaksa harus menerbangkan pesawat secara zig zag. Jika pilot kehilangan konsentrasi sedikit saja, pesawat bisa menabrak tebing gunung yang tinggi menjulang, sebelum mencapai bandara.
Queenstown Airport, Selandia Baru<!-- 
Bandara ini dikelilingi gunung-gemunung dengan ketinggian bervariasi, sehingga jika dilihat dari kejauhan, bandara ini seperti dikelilingi gerigi. Bentuk gunung-gemunung ini persis seperti yang terlihat dalam film "The Lord of the Rings". Kondisi ini membuat para pilot yang belum terbiasa dengan bandara ini akan sedikit gemetar.
Gustaf III Airport (St. Bart)

Bandara ini juga dikenal dengan nama Saint Barthélemy Airport. Bandara komersil ini berada di sebuah desa bernama St. Jean di Kepulauan Karibia. Nama airport ini, juga nama kota dimana desa St. Jean berada, dinamakan Gustav III sesuai dengan nama King Gustav III dari Swedia.
Bandara ini mendebarkan bagi para pilot karena memiliki awal landasan yang tertutup bukit dengan ujung berada di pantai. Jika pilot tidak pandai mengendalikan pesawat, salah-salah melindas para turis yang sedang berjemur di pantai, tak jauh dari landasan. Karena kondisinya ini lah Gustav III umumnya hanya disinggahi pesawat berpenumpang tak lebih dari 20 orang seperti pesawat Twin Otter.
Courchevel Airport, Perancis


Nama bandara ini sama dengan nama sebuah tempat berolahraga ski di pegunungan Alpen. Landasan airport ini relatif sangat pendek, hanya sekitar 1.772 kaki atau sekitar 525 meter, namun memiliki kemiringan hingga 18,5 derajat. Selain itu, airport ini juga berada di ketinggian 6.588 meter dari permukaan laut. Saking pendeknya landasan dan lokasinya yang di pegunungan, pilot harus mendarat di landasan yang menanjak dan terbang ke arah landasan yang menurun.
Bandara ini pernah digunakan untuk syuting film James Bond yang berjudul “Tommorow Never Dies” yang dibintangi Pierce Brosnan. Karena kondisinya yang ‘rawan’, umumnya yang mendarat di airport ini adalah helikopter atau pesawat charter kecil.
Princess Juliana International Airport, Philipsburg, St Maarten

Bandara Princess Juliana adalah bandara tersibuk kedua di Karibia Timur. Bandara ini dinamai Juliana dari Belanda, seorang putri mahkota yang mendarat di sini tahun 1944. Bandara ini memiliki landasan yang sangat pendek, sekitar 2.180 meter (7.000 kaki) yang membuatnya sangat terkenal, sehingga pilot tidak dapat menerbangkan pesawat terlalu tinggi. Parahnya lagi, landasan bandara ini juga memiliki ujung yang sangat dekat dengan pantai yang selalu dipenuhi para turis. Untung, hingga kini belum pernah ada kecelakaan fatal karena pesawat-pesawat berbadan besar memang memilih untuk landing atau take off di bandara lain dibanding di bandara ini.
Karena pendeknya landasan ini, pesawat harus mendekati pulau dengan terbang sangat rendah. Berbagai foto jet yang terbang di atas 10-20 meter atau 30-60 kaki di atas pulau ini diperkirakan palsu tetapi ternyata asli.
Sitka Rocky Gutierrez Airport, Sitka, Alaska

Lokasi dan keadaan di sekitar bandara ini sangat indah, sehingga pernah dijadikan lokasi syuting film The Proposal. Sayangnya, bandara ini berada di sebuah pulau kecil bernama Japonski. Karena kecilnya pulau, bandara ini dikelilingi laut. Untuk take off atau landing, pilot harus memperhatikan betul batu-batu besar yang tertutup air jika cuaca buruk dan air meninggi.
Catalina Airport, Avalon, California

Bandara ini dijuluki sebagai Bandara di Langit. Karena berada di lokasi yang begitu tinggi dan bertebing terjal. Dengan landasan pacu berada di tengah, pilot dapat mengalami kesulitan pada saat-saat akhir akan landing atau take off
Tenzing-Hillary Airport, Lukla, Nepal


Bandara Lukla adalah bandara kecil di Kota Lukla di Nepal Timur. Bandara ini terletak pada ketinggian 2.900 meter dan cukup populer karena memiliki gunung yang sangat besar di satu sisinya dan 1000 meter turunan di sisi lainnya. Pada tahun 2008, nama bandara ini diubah demi menghormati Sir Edmund Hillary yang merupakan orang pertama yang mencapai puncak Gunung Everest.
Bandara yang juga dikenal dengan nama Lukla Airport ini tak ubahnya bagaikan pintu gerbang menuju Gunung Everest karena berlokasi di pegunungan Himalaya yang selalu tertutup salju. Landasan pacu bandara ini bagaikan “perosotan”, sehingga setiap lepas landas, pesawat “ngebut” menuruni tebing. Jika tak mampu mengudara sebelum tiba di ujung landasan, alamat pesawat terjun ke dalam jurang di bawahnya.
Barra International Airport, Barra, Skotlandia


Airport ini merupakan bandara satu-satunya di dunia yang memakai pantai sebagai landasannya. Setiap kali ada pesawat yang akan mengudara atau mendarat, penduduk setempat diberitahu agar menjauhi ketiga landasan yang ada di bandara ini, yang ditandai dengan tiang-tiang kayu. Jika laut pasang, bandara ini banjir. Yang lebih unik, untuk membantu pilot mendarat di malam hari, beberapa mobil diparkir tak jauh dari landasan dengan lampu yang dibiarkan menyala.
LaGuardia Airport, New York

Landasan bandara ini juga pendek dan berbatasan dengan Bowery serta Teluk Flushing. Selain itu, ruang udaranya juga selalu ramai karena ada dua bandara lain di dekatnya, yakni JFK dan Newark Airport. Jika pilot tidak hati-hati dan hapal kondisi bandara, bisa saja pesawatnya bertabrakan atau tergelincir saat landing
Juancho E. Yrausquin Airport, Pulau Saba, Kepulauan Karibia

Bandara ini merupakan satu-satunya di Pulau Saba di kepulauan Karibia, dan sangat terkenal akibat sulitnya pesawat dapat take off dari landasan.
Yrausquin Airport memiliki porsi yang besar dalam melayani penerbangan di pulau Saba. Beberapa pakar penerbangan memiliki opini bahwa airport ini merupakan salah satu airport paling berbahaya di dunia. Walaupun tidak ada tragedi besar yang terjadi di sini. Namun di ujung landasan terdapat huruf X besar yang menandakan bahwa airport ini tidak untuk penerbangan komersial.
Bahaya datang dari kondisi geografis airport yang berada di salah satu sisi bukit nan terjal, serta kedua landasan yang memiliki ujung di tebing sebuah jurang dengan laut menganga di bawahnya. Jika pilot tidak lihai, sebelum take off, pesawat dapat saja terjun ke laut itu atau menabrak tebing saat akan landing.
Bandara Internasional Kansai

Bandara internasional Kansai dibangun di atas sebuah pulau buatan di Osaka Jepang pada tahun 1994 dengan panjang 2,5 mil dan lebar 1,6 mil. Daerah ini cukup besar sehingga dapat dilihat dari angkasa. Wisatawan dari bandara dapat pergi ke kota utama dengan mobil, kereta atau feri dengan kecepatan tinggi.
Stewart Schreckengast yang adalah seorang profesor teknologi penerbangan di Purdue University dan mantan konsultan penerbangan MITRE, mengatakan bahwa bandara ini mungkin akan berada di bawah air dalam 50 tahun atau lebih karena perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global.
Bandara Madeira

Lokasi: Santa Cruz, Portugal
Tahun berdiri: 1964
Madeira Airport adalah sebuah bandara internasional terletak di Santa Cruz, Portugal yang dibangun pada tahun 1964. Bandara ini pernah terkenal dengan landasan pacu pendek yang dikelilingi oleh pegunungan tinggi dan laut yang membuat pendaratan sulit bahkan untuk pilot berpengalaman. Landasan yang asli hanya 1.400 meter, namun kemudian diperpanjang 400 meter.
Panjang landasan diperpanjang dua kali pada tahun 2003 hingga di atas lautan. Karena dibangun menggunakan sampah, perpanjangan itu dibangun di atas 180 tiang yang tingginya sekitar 70m.
Landasan Terbang Es, Pulau Ross, Antartika

Landasan terbang es adalah salah satu dari tiga landasan utama yang digunakan untuk mengangkut barang ke para peneliti di antartika. Tidak ada landasan pacu beraspal di sini. Semua pesawat harus mendarat di sepanjang es dan salju. Pendaratan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Salah satu tantangan yang pilot harus hadapi adalah untuk mengarahkan pesawat ke bagian tanah agar pesawat tidak terjebak ke dalam salju. Oke, terdengar gila!
Sumber :
http://sangpemburuberita.blogspot.com/2011/12/11-bandara-paling-mendebarkan-di-dunia.html
http://manajubelz.blogspot.com/2010/12/8-bandara-paling-berbahaya-di-dunia.html#axzz1feWRzksM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar