Terima kasih Atas kunjungannya

Selasa, 22 November 2011

Bangkit dari kegagalan.



Tidak seorang pun dalam sejarah hidupnya yang tidak pernah mengalami kegagalan. Bahkan kita tidak mampu memungkiri kenyataan bahwa kadang-kadang kita melewati setiap tahap kehidupan tanpa mencicipi rasa dan kenikmatan kegagalan. Bagi orang yang picik, kegagalan adalah kehancuran, kegagalan adalah kejatuhan, kegagalan adalah stagnasi. Sebaliknya bagi orang yang selalu bersyukur, kegagalan adalah awal dari pertumbuhan.

Kegagalan bukanlah segalanya, sehingga seseorang harus berputus asa. Kegagalan adalah kesuksesan, tetapi kesuksesan dalam makna yang berbeda. Kegagalan adalah dua pertiga dari kesuksesan





Bagi banyak orang kegagalan adalah sesuatu yang buruk, hal itu memang betul. Namun apabila kita memikirkannya lebih dalam lagi, kegagalan tidak selamanya merupakan bencana.
Bisa jadi, dengan kegagalan Tuhan mengingatkan kita bahwa kapasitas kita belum cukup untuk menerima kesuksesan. Barangkali Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak hal yang harus kita pelajari, yang mana kalau kita sukses padahal kemampuan kita masih dangkal, kita akan terjatuh lebih dalam lagi.

Poin utamanya adalah kesuksesan yang kita terima akan selalu sesuai dengan kapasitas diri kita. Jika kita menerima kesuksesan di luar kapasitas diri, malah kita akan jatuh lebih dalam dan gagal lebih parah. Maka dari itu, jangan terlalu mendramatisir kegagalan. Bisa jadi dengan kegagalan Tuhan menyelamatkan kita dari kegagalan yang lebih parah.

Yang perlu kita fokuskan adalah bagaimana caranya agar kita bisa berkembang secara pribadi untuk layak menjadi orang yang betul-betul sukses sehingga kesuksesan kita bisa bertahan lama dan semakin berkembang.





Kegagalan bukan berarti anda gagal, tetapi anda belum sukses.
Kegagalan bukan berarti anda tidak mencapai apa-apa, tetapi anda sudah mempelajari sesuatu.
Kegagalan bukan berarti anda tidak akan sukses, tetapi dibutuhkan kesabaran.
Kegagalan bukan berarti anda sudah berakhir, tetapi anda masih memiliki peluang untuk memulainya kembali,
dan berusaha mencari sesuatu yang baru.
Kegagalan bukan berarti Tuhan sudah meninggalkan anda, tetapi Dia mempunyai rencana yang lebih baik.
Jadi benar, bahwa kegagalan tidak akan pernah berakhir!
( Dr. Robert Schuller )





Salah satu kunci sukses adalah mengetahui bagaimana cara bangkit dan bertahan menghadapi kegagalan. Orang bijak bilang, kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Tapi sayang sedikit orang yang tahu bagaimana cara yang tepat menghadapi kegagalan, sehingga mereka justru terpuruk ke dalam jurang keputusasaan.
Kegagalan merupakan bagian tak terpisahkan dalam perjalanan menuju kesuksesan. Berikut ini beberapa uraian untuk dapat bangkit dan bertahan dalam menghadapi kegagalan:

Bangkit Berdiri
Segera bangkit dan jangan pernah menyiksa diri dengan menyesali apa yang telah terjadi, karena paling tidak anda telah berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Hidup dengan melakukan sesuatu meskipun gagal, lebih baik daripada hidup tanpa melakukan apapun.

Memetik Hikmah
Tanamkan pemahaman di dalam diri bahwa ada hikmah di balik setiap peristiwa, termasuk untuk kegagalan yang anda alami. Salah satu rahasia orang-orang sukses adalah mereka menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi hidup karena kegagalan yang pernah mereka hadapi.

Terus Belajar
Petik pelajaran sebanyak mungkin dari kegagalan yang anda alami. Kata orang bijak, belajarlah dari pengalaman kemarin, jalani hidup untuk hari ini, dan gantungkan harapan untuk hari esok.

Pantang Menyerah
Jangan pernah menyerah! Sebab bukan tidak mungkin anda tinggal satu jengkal jauhnya dari kesuksesan. Sebagian besar kegagalan di dalam hidup terjadi karena orang-orang tidak menyadari betapa dekat mereka sebenarnya dari kesuksesan, saat memutuskan untuk menyerah dan kalah.

Tetap Antusias
Pertahankan antusiasme dalam melakukan segala sesuatu. Jika belum berhasil melakukan suatu hal, maka anda bukan saja harus terus berusaha, melainkan juga melakukannya dengan antusiasme yang sama besarnya seperti ketika memulai pekerjaan itu di kali pertama. Jika tidak, maka usaha tersebut akan sia-sia.
Jalan terbaik menjaga antusiasme agar tetap membara adalah dengan menyadari bahwa anda hanya satu langkah jauhnya dari kesuksesan, dan berterimakasihlah atas kegagalan karena telah memberikan banyak pelajaran berharga. Selain itu, fokuskan pikiran terhadap tujuan akhir dari usaha yang anda lakukan.

Teruslah Bermimpi
Jangan pernah takut untuk bermimpi! Tanamkan impian tersebut untuk memacu semangat anda agar terus berkarya. Sisihkan waktu untuk memvisualisasikan impian tersebut sehingga anda semakin antusias dan bergairah untuk menjadikannya nyata.

Percaya Diri
Jangan takut terhadap dinding yang memisahkan antara impian dengan kenyataan. Jika anda bisa memimpikan sesuatu hal, maka anda pun pasti bisa menjadikannya kenyataan. Percaya pada diri sendiri, dan jaga keyakinan bahwa anda mampu melakukannya.





  • Bangkit itu susah.........
    Susah melihat orang lain susah
    Senang melihat orang lain senang

  • Bangkit itu Takut.........
    Takut untuk Korupsi
    Takut untuk makan yang bukan haknya

  • Bangkit itu malu..........
    Malu menjadi benalu
    Malu minta-minta melulu

  • Bangkit itu Marah.........
    Marah bila martabat bangsa dilecehkan

  • Bangkit itu Mencuri.......
    Mencuri perhatian dunia dengan prestasi

  • Bangkit itu Tidak ada.....
    Tidak ada kata menyerah
    Tidak ada kata putus asa

  • Bangkit itu aku...........
    aku untuk INDONESIAKU


Deddy Mizwar



img

Orang sukses biasanya mampu bangkit dari keterpurukan. Tak hanya sekali, namun berkali-kali selama hidupnya. Dengan demikian keberhasilan bisa diraih dari pengalaman yang telah diperoleh. Pendekatan setiap orang berbeda-beda dalam menghadapi kegagalan. Ada yang bisa mengatasinya dalam waktu lama, cepat bahkan ada juga yang tidak bisa bangkit sama sekali.

Para psikolog dan ahli sosial telah mengamati bagaimana manusia bertindak dalam menghadapi kegagalan. Dilansir oleh situs Psychology Today, ada beberapa pendekatan menghadapi kegagalan dan fakta-fakta menarik seputar hal tersebut.

1. Menurunnya Produksi Hormon Serotonin
Saat Anda dalam keadaan prima atau sukses, bekerja akan diliputi rasa senang dan semangat, yang mana hal ini disebabkan oleh produksi hormon serotonin. Namun saat mengalami kegagalan, hormon tersebut berkurang dan perasaan negatif akan muncul dengan mudah. Para psikolog mengatakan bahwa perasaan negatif tersebut biasanya akan datang bertubi-tubi dahulu sampai akhirnya mencapai titik kulminasi dan kemudian kembali normal. Sebaiknya, hal ini tidak berlarut-larut berlangsung. Mengalihkan diri dengan kegiatan positif dan membahagiakan akan membantu menormalkan produksi hormon serotonin.

2. Kurangnya Produksi Hormon Oksitosin
Jika poin sebelumnya lebih menekankan pada diri sendiri, poin ini lebih ditekankan kepada interaksi sosial. Saat bekerja dengan tim, ada perasaan antusias dan senang yang disebabkan oleh meningginya produksi hormon oksitosin. Ketika hormon ini berkurang, rasanya seperti tidak ingin diganggu oleh siapapun dan Anda butuh 'ruang' untuk diri sendiri. Semakin Anda menjauh dari sosialisasi, maka semakin tinggi risiko Anda menemui kegagalan dan kebuntuan.

3. Humor
Mungkin kegagalan yang Anda terima cukup serius dan mengganggu kestabilan mental Anda sebagai pengusaha. Namun obat paling mujarab untuk bangkit perlahan adalah dengan tidak menganggap segala sesuatunya dengan serius. Cukup ambil pelajaran darinya dan tanggapi segalanya dengan humor. Terdengar sepele dan konyol, namun humor akan membantu Anda melewati masa-masa sulit. Secara tidak langsung, orang di sekitar Anda akan melihat karakter Anda yang positif dan memancing aura yang positif pula ke diri Anda.

4. Persepsi Salah Tentang Kecerdasan
Orang yang menganggap kecerdasan hanya diturunkan atau dibina sejak kecil cenderung menerima kegagalan dalam hidupnya dan sulit untuk beradaptasi dalam setiap keadaan. Jadilah orang yang penuh percaya diri, mau mendengarkan orang lain dan terbuka dengan ide-ide baru. Kegagalan hanya mendekati mereka yang senantiasa pesimis dan selalu menutup diri.

5. Tidak Terbiasa Gagal Berisiko gangguan Mental
Banyak orangtua yang menilai kegagalan adalah sesuatu yang memalukan. Hal ini berisiko meningkatkan gangguan mental pada anak tersebut seiring ia tumbuh besar. Kegagalan adalah sebuah hal yang lumrah, karena dari situ kita bisa belajar. Memberikan stress berlebih dalam kegagalan pada anak hanya akan membuat dirinya semakin kecil dan sulit berkembang.

6. Jangan Menyalahkan Diri & Orang Lain
Dr. Neil Farber mengidentifikasi adanya kecenderungan 'menyalahkan' dalam kegagalan. Di tempat kerja, orang bisa saja takut mengambil risiko karena bila terjadi kesalahan atau kegagalan, maka mereka akan disalahkan. Jangan pernah takut akan hal ini karena perasaan tersebut hanya akan menghambat Anda untuk melangkah kembali. Jangan pula menyalahkan orang lain, karena kegagalan memiliki banyak faktor. Bisa-bisa Anda dijauhi karena menjadi orang yang menyebalkan.

7. Sakit
Sakit adalah salah satu faktor yang membuat orang terpaksa berhenti beraktivitas. Faktor ini bukan kuasa manusia dan seseorang tidak bisa berbuat apa-apa. Daripada terus-menerus bersedih dan menyesal, mulailah dengan hal-hal baru yang bisa dilakukan. Ubahlah gaya hidup sebelum terlambat dan pelajarilah hal-hal baru yang sekiranya menjadi hobi.

8. Meminta Bantuan Orang Lain
Bukan bantuan materi namun kepada dukungan moral. Bahaslah apa yang membuat Anda gagal dan dengarkan opini mereka mengenal hal tersebut. Anda tidak pernah tahu dukungan seperti apa yang akan dapatkan. Mulai dari meredakan rasa putus asa, membangkitkan semangat hingga informasi yang bisa didapatkan.

9. Menulis Jurnal
Jamie Pennebaker, psikolog dari University of Texas menjelaskan bahwa mencatat kegiatan Anda bisa menunjukkan letak kegagalan Anda. Ia pun juga bisa membantu Anda menghilangkan rasa kecewa dan stress yang berlangsung. Dengan menuliskan jurnal pribadi, Anda juga bisa diingatkan kembali atas kesalahan apa saja yang telah dilkukan di masa lalu dan belajar untuk tidak mengulangnya.

10. Mencari Hal baru
Jika Anda tidak lagi bersemangat melakukan sesuatu, berhentilah. Penulis Lisa Mantefield mengungkapkan bahwa manusia berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Hasrat terhadap pekerjaan atau aktivitas pun seringkali berubah. Luangkan waktu untuk memikirkan langkah Anda berikutnya dan pastikan Anda menyukai apa yang Anda kerjakan meskipun penghasilannya tidak seberapa. Terkadang kebahagiaan dan rasa nyaman membuahkan hasil kerja yang lebih maksimal.





Sumber :

http://ilham.tk/bangkit-dari-kegagalan/
http://kuyung-ahmad.blogspot.com/2010/07/memaknai-kegagalan.html
http://www.resensi.net/nilai-sebuah-kegagalan/2010/09/
http://www.mypulau.com/news_view.php?newsentry_id=1016
http://zakky2011.student.umm.ac.id/category/kegagalan/
http://www.wolipop.com/read/2011/09/15/130254/1723077/1133/10-tips-bangkit-dari-kegagalan-usaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar