Terima kasih Atas kunjungannya

Kamis, 12 Mei 2011

Tokoh-tokoh yang berjasa dalam bidang mikrobiologi.

Antonie van Leeuwenhoek (1632 – 1723)



Merupakan orang pertama yang mula mengetahui tentang dunia mikroba, dia melihat mikroba dengan mikroskop buatannya sendiri yang dapat membesarkan hewan tungau sampai 300 kali. Antara 1674 sampai 1683, ia mengadakan hubungan dengan “Royal Society” di Inggris yang melaporkan hal – hal yang diamatinya dari mikroskopnya kepada lembaga tersebut. Leeuwenhoek dapat dipandang sebagai orang pertama peletak dasar mikrobiologi.



Aristoteles (300 SM)



Aristoteles adalah murid Plato dan sekaligus orang pertama yang mengkritiknya. 47 dari karya-karyanya telah bertahan. Aristoteles adalah yang terakhir dari para filsuf Yunani besar (2 lainnya adalah Socrates dan Plato) dan dianggap juga sebagai ahli biologi pertama. Ia mendirikan logika sebagai ilmu, meletakkan dasar-dasar metode ilmiah dan menulis beberapa ilmu pengetahuan lainnya. Aristoteles juga merupakan guru Alexander Agung selama beberapa waktu. Aristoteles memiliki pengaruh besar pada diri St. Thomas Aquinas, dan akibatnya tetap memiliki pengaruh besar dalam pendidikan Katolik dan teologi saat ini.
Aristoteles berpendapat bahwa makhluk – makhluk kecil itu terjadi dari benda yang mati.



Needham (1745 sampai 1750).

Pendeta bangsa Irlandia, menganut pendapat yang sama dengan Aristoteles. Dia mengadakan percobaan – percobaan dengan berbagai rebusan padi – padian, daging dan sebagainya. Meskipun air rebusan itu ditutup rapat dalam botol misalnya, dapat menumbuhkan mikroorganisme.
Pendapat ini menimbulkan teori baru: abiogenesis (a= tidak, bios= hidup, genesis= kejadian) atau disebut juga dengan kata lain teori : generatio spontanea(makhluk – makhluk baru terjadi begitu saja). Kesimpulan: kehidupan baru dapat timbul dari barang yang mati.



Spallanzani (1729 – 179)

Tahun 1768 membantah pendapat Aristoteles dan Needham. Rebusan daging yang dimasukkan ke dalam botol yang ditutup rapat, dimana tidak memungkinkan masuknya udara tidak akan terjadi kehidupan mikroorganisme. Teori ini kemudian disempurnakan oleh Schultze (1836) dan Schwann (1837).



Louis Pasteur


Dia sebetulnya layak disebut : pelopor mikrobiologi, karena banyak jasa – jasanya terhadap perkembangan mikrobiologi, meskipun sebetulnya dia adalah sarjana kimia. Pasteur membantah dan meyakinkan orang bahwa tidak ada kehidupan yang baru yang timbul dari barang yang mati. Dia membuktikan ketidakbenaran teori abiogenesis dengan menyimpan botol berisi kaldu yang ditutup dengan suatu pipa berbentuk leher angsa.

Dengan hal seperti ini maka tidak terjadi mikroorganisme yang baru. Pendapatnya disimpulkan dalam Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo artinya semua kehidupan itu berasal dan telur, dan semua telur itu berasal dari sesuatu yang hidup.



Kesimpulan jasa L. Pasteur

– Mendapat cara membuat bir.
– Yang pertama membuktikan udara mengandung jasad – jasad
renik.
– Membuktikan bahwa peristiwa peragian disebabkan oleh jasad
jasad renik yang termasuk golongan ragi.
- Mendapatkan kepastian bahwa asam cuka, asam susu, asam mentega, masing – masing disebabkan oleh sejenis jasad renik tertentu.
- Mendapat kuman penyakit ulat sutera.
- Mendapatkan bahwa penyakit anjing gila disebabkan oleh suatu jasad renik yang sangat kecil sekali (virus) dan menganjurkan pengobatan terhadap penyakit anjing gila dengan vaksin, yang hingga sekarang masih berlaku.



Robert Koch (1843 – 1910)

Robert Koch

Berjasa dalam lapangan teknik mikrobiologi, dengan menemukan cara pewarnaan sehingga jasad – jasad renik dapat terlihat dengan jelas di bawah mikroskop. Menganjurkan memakai pembenihan padat, menemukan kuman penyebab penyakit TBC pada tahun 1882 dan menemukan kuman penyebab penyakit kolera pada tahun 1884, di Mesir.



Paul Ehrlich (1854 – 1915)

Paul Ehrlich

Menemukan kekebalan dan menganjurkan pengobatan terhadap jasad – jasad renik dengan memakai zat kimia, misalnya dengan salvarsan, terhadap kuman Spirochaeta.



Loeffler

Menemukan kuman penyebab penyakit difteria (1884)



Neisser



Menemukan kuman penyebab kencing nanah,



Kitasato



Menemukan kuman penyebab penyakit tetanus, dan kuman penyebab penyakit pest (sampar).



Shiga

Menemukan kuman yang menyebabkan penyakit disentri.





Pustaka Dasar - dasar Mikrobiologi dan Parasitologi untuk Perawat, Oleh Syamsunir Adam, EGC.


Sumber :
http://www.ucmp.berkeley.edu/history/leeuwenhoek.html
http://www.beritaunik.net/top-10/10-penulis-yunani-kuno.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Louis_Pasteur
http://nobelprize.org/nobel_prizes/medicine/laureates/1905/koch-bio.html
http://nobelprize.org/nobel_prizes/medicine/laureates/1908/ehrlich-bio.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Ulric_Neisser
http://en.wikipedia.org/wiki/Kitasato_Shibasabur%C5%8D
http://minalove.com/tokoh-tokoh-yang-berjasa-dalam-bidang-mikrobiologi.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar