Rencana adalah jembatan menuju mimpi kita, jika kita tidak membuat rencana berarti kita tidak memiliki pijakan langkah untuk menuju apa yang kita cita-citakan.
Rencana memberikan arah langkah kita.
Diantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan.
Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan kita gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.
Setiap kegagalan yang kita buat adalah anak tangga kita menuju puncak, yaitu sukses.
Setiap kegagalan yang kita temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.
Mari kita sama-sama belajar kepada pengalaman.
Bukan saja pengalaman diri kita saja, tetapi kita juga bisa belajar pada pengalaman orang lain.
Pengalaman adalah guru yang bijak.
Mulailah sekarang juga untuk melangkah, menuju tujuan kita meskipun selangkah demi selangkah tetapi akan membawa kita ke tujuan, asal arah yang kita tempuh benar.
Sedetik waktu terlewat, tidak akan pernah bisa kembali.
Maka jangan sia-siakan waktu yang kita miliki.
Mengevaluasi apa yang kita lakukan dan semua pencapaian kita.
Apapun hasilnya akan menjadi fondasi kuat untuk kehidupan kita dimasa mendatang yang lebih baik.
Untuk menjadi sukses, kita harus memutuskan dengan tepat apa yang kita inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.
Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses.
Jika kita ingin sukses kita harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa kita kepada kesuksesan.
Tengoklah kembali perjalanan kita saat ini, akan menuju kemana?
Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.
Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah.
Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas.
Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal.
Jadi perkayalah diri kita baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar kita, terutama mereka yang lebih membutuhkan.
Sudahkah kita melihat dan meneliti apa yang sudah kita lakukan dan membuat rencana ke depan agar lebih baik?
Kita hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting kita konsisten menjalankannya.
Semakin kita memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar kita, semakin bergairah dan penasaran terhadap kenyataan hidup dalam hidup kita.
Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.
Sumber : Renungan harian dan renungan pagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar