Terima kasih Atas kunjungannya

Jumat, 24 Desember 2010

Belajar dari penyesalan.

Mungkin aku sombong, maka Ia menegurku seperti ini..

Mungkin aku lalai dan lena, maka Ia tunjukkan sesal ini..

Mungkin aku terlalu meremehkan segala hal,
sehingga aku mendapat dampak dari sikapku ini..

Mungkin aku lupa bersyukur saat mendapatkan kesuksesan

Mungkin aku juga lupa bersabar atas kegagalan yang aku alami
sehingga suatu kali aku mendapatkan titik poin dari semua sikap burukku..

Aku menyesal tak bisa berusaha lebih keras
dan aku menyesal tak banyak meminta kepadaNya..
Aku terlalu sombong dengan semua kemampuan yang aku miliki..
Kini, bahkan tangisan berhari-hari pun,
takkan mampu mengembalikan waktu yang telah berlalu..
Hanya sesal yang aku derita..
Ketakutan dan kekhawatiran yang membuat semua pikiranku surut, jatuh, dan tunduk dalam kepasrahan tak berhingga kepada Sang Kekasih Hati.

Namun, penyesalan takkan berarti ketika itu hanya menjadi angin lalu yang tak dihiraukan…

Lagi-lagi penyesalan itu selalu datang di akhir,
seperti biasa ibarat pahlawan bertopeng yang datang kesiangan.
Sayangnya hal ini, berdampak pada aktivitasku yang lain,
aku tak mampu berpikir rasional saat ini.
Sesal ini tak berujung.
Kenapa aku tidak memasrahkan semuanya kepadaNya,
karena Ia adalah Maha Pencipta.
Tak ada yang tidak mungkin dilakukan olehNya.
Tapi aku masih saja sombong..
Kenapa aku tidak mencoba mempercayakan semua padaNya?
Selama ini Dia selalu memberikan kesuksesan luar biasa padaku.
Bahkan terkadang hidupku selalu terasa perfect.
Padahal penetrasi matahari masih bisa masuk,
tapi aku ibarat lumpur yang mulai mengendap perlahan menjadi tumpukan organik sedimen.
Bahkan ketika aku dibutuhkan oleh pihak lain,
aku tak mampu memberikan energi untuk mereka.
Aku tak mampu walau hanya untuk berasimilasi dengan semua yang mereka kerjakan..

Nyaris ketakutan memenjarakanku
cahaya mentari sudah tak mampu masuk..
Aku ingin kembali berjalan dengan lancar.
Tapi namanya juga hidup,
kadang di atas kadang di bawah,
kadang sukses tapi juga gagal,
dan kadang kadang lainnya yang mewarnai hidupku.

Tapi sekarang aku harus bangkit, mempercayakan semua padaNya.

Apapun yang Dia berikan pasti yang terbaik untukku.
Penyesalan atas semua kesalahanku ini
semoga bisa menjadi tonggak kebangkitan menjadi pribadi yang lebih baik
dan lebih bisa memanfaatkan segala hal dengan tepat dan baik. Aminn…




Sumber : http://chrysanthee.wordpress.com/2010/12/14/belajar-dari-penyesalan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar