Terima kasih Atas kunjungannya

Jumat, 19 November 2010

Tuhan punya rencana lain.


-

-

“Akhirnya ada juga bis yang lewat, nak. Kita pulang ya nak.” Namun bis itu lewat begitu saja. “Ya Tuhan, kok tega-teganya gak mau berhenti. Sabar ya nak, mudah-mudahan akan ada lagi bis yang lewat,” ujar seorang ibu kepada anak bayinya.

-

Bayi lelaki berumur sebelas bulan itu hanya tersenyum-senyum mendengar perkataan ibunya. Kembali ibu itu melambaikan tangannya kepada bis yang lewat, namun tetap saja bis itu tidak mau berhenti. Bayi itu tertawa. “Nak, nak…kok bisa-bisanya kamu tertawa.” Bayi lucu itu tidak mau tahu teriknya mentari saat itu.

-

Akhirnya ada juga bis berbaik hati mau berhenti. “Cepet Bu, cepet naik !” ujar kondektur. “Ya Tuhan, bis nya penuh nak, tapi ga apa-apa, yang penting kita bisa pulang ya nak.”

-

“Jogja, Jogja.. !” teriak sang kondektur mencari penumpang. “Lha wong sudah penuh sesak begini kok masih cari penumpang !” ujar ibu itu.

-

Tiba-tiba bayi lelaki itu menangis. “Aduh nak, jangan nangis toh nak” bujuk sang ibu sambil mengelus-elus kepala bayi itu.

-

Tapi bayi itu makin keras tangisnya. Suasana panas saat itu makin membuat para penumpang tidak nyaman, apalagi dengan kondisi penuh sesaknya manusia di dalam bis tersebut.

-

“Bu, anak nya bisa disuruh diam ndak sih ?” ujar salah seorang penumpang di sebelahnya. “Maaf pak, maaf,” jawab ibu itu.

-

“Huh, udah bayar mahal-mahal, tapi kok kaya begini,” salah seorang lagi marah-marah.

-

“Saya ini mau tidur, disuruh diam bisa nggak sih bayi itu !” ujar seorang ibu gemuk di belakangnya.

-

“Hey, anak siapa itu, kok brisik begitu, tambah bikin pusing saja !” teriak pak sopir.

-

“Suruh turun saja pak sopir !” teriak penumpang belakang.

-

“Iya, turuni saja. Wong sudah sesak begini kok,” tambah yang lain.

-

“Bapak-bapak, ibu-ibu, siapa yang setuju kalau ibu ini disuruh turun?” tanya salah seorang penumpang sambil berdiri. Semua terdiam.

-

“Suruh turun saja !” salah seorang kakek berkata.

-

“Ibu turun saja disini. Cari bis yang lain saja,” kondektur berkata.

-

“Maaf bapak-bapak ibu-ibu, kalau anak saya ini mengganggu, tapi anak ini kan masih kecil, belum mengerti apa-apa. Tolonglah kami, tolong….” pinta ibu itu dengan iba.

-

“Wah, gak bisa bu, anak ibu ini makin kenceng saja nangisnya. Disini banyak penumpang yang mau istirahat,” tambah pak kondektur.

-

Dengan tidak hormat, akhirnya ibu dan anak itu dipaksa turun dari bis.

-

“Ya Tuhan, kok ya ada saja manusia manusia seperti itu. Kok ya tidak kasihan sama anak bayi ini. Nak, nak…., kamu kok bikin susah ibumu saja toh !”

-

Dengan tertatih, ibu itu mencoba menyetop mobil yang lewat sambil berjalan beberapa kilo meter. Dan sampai akhirnya sebuah mobil berhenti dan pengendaranya berkata: ”Lho, ibu mau kemana, sudah hampir gelap begini kok masih di jalanan ? Kasihan anaknya.”

-

“Maaf, dik. Boleh ibu menumpang sampai kota,” ibu itu memohon. “Oh tentu tentu…. Masuk saja bu !” jawab sang pengendara mobil, seorang pemuda.

-

“Ternyata masih ada anak muda baik hati seperti adik ini ya…,” kata ibu itu dengan perasaan lega. Si bayi itu tertawa-tawa ketika mereka menumpang di mobil itu.

-

“Ibu ini sebenarnya mau kemana toh?” tanya sang pemuda. “Saya mau ke Jogja, mau pulang dik,” jawab si ibu.

-

“Wah, kebetulan kalau begitu, saya juga mau kerumah kakek yang ada di Jogja. Kalau begitu saya antar ibu sekalian sampai rumah, kasihan bayi ini, tapi saya masih bingung, kenapa kok bisa-bisanya ibu ini sendirian bersama bayi ini di pinggir jalan tadi ?”

-

“Oh, saya juga bingung dik, kok ya ada orang yang tega menurunkan saya di tengah jalan, gara-gara anak saya ini terus-terusan menangis,” jawab ibu itu.

-

“Masa sih bu ? Wah, kalau begitu kebangetan itu bu,” ujar si pemuda.

-

Beberapa jam kemudian.

-

“Wah, ada apa ya…kok gak biasa-biasanya macet begini. Mas mas, aqua nya satu mas. Mas, ada apa toh mas, kok bisa macet begini ?” tanya anak muda itu kepada penjual minuman.

-

“Wah iya mas, katanya ada kecelakaan bis di depan sana,” jawab penjual minuman.

-

“Oh, ini toh bisnya, ya Tuhan bisnya hangus terbakar. Rupanya tabrakan dengan truk besar,” desah anak muda itu.

-

Prit prit prit……..seorang polisi sedang mengatur jalannya arus lalu lintas yang sedang macet itu.

-

“Pak ada yang selamat pak ?” tanya pemuda itu

“Kasihan dik, semua penumpang dan sopirnya tewas,” jawab sang polisi.
-

“Ya Tuhan, aku bersyukur. Nak….untung kamu tadi di bis menangis terus.” kata sang ibu.

-

“Lho ibu kok malah bersyukur, padahal ada musibah seperti ini…” tanya pemuda itu bengong.

-

“Dik, ini lho dik, bis yang ibu naiki tadi, dimana tadi ibu dipaksa turun di tengah perjalanan….”

-

“Hah bener bu ? Ya Tuhan kalau begitu anak ibu ini sudah menyelamatkan nyawa ibu. Tuhan telah menuntun ibu, lewat anak ibu ini…..”

-

“Ya dik, apa jadinya kalau saya dan anak saya ini masih menumpang bis itu. Ya Tuhan aku bersyukur padaMU, ternyata ENGKAU telah menyelamatkan nyawa kami….”

-

(Diambil dari kisah nyata).

-

~ Sesungguhnya Tuhan itu Maha Mengetahui apa-apa yang terbaik untuk hambanya. Karena itu pandai-pandailah mencari hikmah di balik sebuah musibah ~

-

(Dikutip dari Facebook Sabirin Wardhana)

-

-

-




Sumber : iwandahnial.wordpress

Tidak ada komentar:

Posting Komentar