Terima kasih Atas kunjungannya

Sabtu, 20 November 2010

Proses penuaan bisa ditunda 20 tahun.



Jakarta, Proses anti-aging (anti penuaan)
tidak melulu soal kulit yang tidak mudah keriput.
Pengobatan anti penuaan saat ini adalah bagaimana membuat hidup lebih baik
sehingga peluang hidup seseorang bisa makin panjang.
Karena proses penuaan tubuh sebenarnya bisa ditunda 10-20 tahun.

Penundaan proses penuaan ini bisa terjadi
jika pengobatan yang dilakukan benar dan ada buktinya.
Tapi sayangnya untuk di Indonesia banyak orang mempercayai segala hal
yang berhubungan dengan mistis.

Akibatnya, dibandingkan dengan negara lain
berdasarkan penelitian tahun 2007
diketahui bahwa angka harapan hidup Indonesia termasuk rendah
yaitu hanya 66,7 tahun. Sedangkan Malaysia sebesar 70 tahun,
Jepang 80 tahun dan Amerika Serikat sebesar 90 tahun.

"Masyarakat percaya bahwa kelahiran dan kematian
sudah digariskan oleh Tuhan,
sehingga banyak orang yang menjadi pasrah dan tidak berusaha
untuk memperbaiki hidupnya.
Hal ini tentu saja akan mempengaruhi perilakunya,"
ungkap Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS,
yang juga menjadi Ketua Program Magister kekhususan Anti-Aging Medicine.

Hal itu diungkapkannya dalam acara simposium nasional PERKAPI
(Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia)
dengan tema Pencegahan dan Penanggulangan Penuaan Dini
di Hotel JW Marriot, Jakarta, Sabtu (15/5/2010).

Penuaan adalah suatu proses yang terjadi pada seseorang
yang muda menjadi lebih tua.
Dalam teorinya proses penuaan terbagi menjadi dua
yaitu penuaan akibat kecelakaan (accidental)
dan penuaan karena sesuatu yang memang sudah terprogram.

"Hingga saat ini penuaan masih menjadi misteri
dan para ahli sedang mencari tahu teori mana yang paling benar,"
ujar Prof Dr Jahja Kisjanto, PhD, SpPD-KKV.

Prof Jahja menuturkan proses penuaan ini
sebenarnya dapat diundur atau ditunggu 10-20 tahun lagi.
Meski demikian sebenarnya sejak tahun 1993
sudah dikenal obat anti penuaan (anti aging).

"Pengobatan ini harus dilakukan dengan benar
dan ada dasar buktinya (evidence base),
sehingga seseorang yang menggunakannya tidak menderita
atau merasa kekurangan sesuatu.
Tapi justru membuatnya menjadi lebih bugar dan
juga meningkatkan usia (lifespan) seseorang,"
ujar Prof Jahja yang juga ketua PERKAPI.

Pengobatan anti penuaan harus didasarkan pada teori keilmuwan
dan juga teknologi medis yang berguna untuk deteksi dini,
karena seseorang sebaiknya
tidak menunggu hingga menjadi sakit baru diobati.

Terapi ini juga dilakukan untuk pencegahan,
pengobatan dan tentu saja segala perubahan
yang berhubungan dengan penuaan dan penyakit s
ehingga bisa memperpanjang usia seseorang dan hidup dengan sehat.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal,
masyarakat sebaiknya harus lebih teliti
dalam memilih pengobatan untuk anti penuaan.
Karena tidak semua orang yang mengaku ahli dalam hal anti aging
benar-benar memiliki pendidikan atau backgroud anti aging.
Ada beberapa orang yang baru mengikuti seminar atau workshop
sudah mengaku sebagai spesialis anti aging.

"Jadi sebaiknya masyarakat mencari terlebih dahulu
apa latar belakang dari orang tersebut,
jangan hanya percaya dengan website atau internet
karena semua orang bisa bikin blog. Dan juga
jangan menyerap seutuhnya iklan-iklan yang beredar," tutur Prof Dr dr Wimpie.

Semua orang pasti ingin tetap muda dan memiliki harapan hidup yang panjang,
sehingga isu mengenai anti penuaan ini akan meningkat dengan cepat.

Tapi sebaiknya masyarakat lebih teliti dalam memilih dan pastikan
bahwa pengobatan yang digunakan sudah berdasarkan evidence base
dan bukan menggunakan metode yang belum teruji.



Sumber : ngobrolaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar