Memang tidak ada penelitian resminya, tapi biasanya alasan orang yang jatuh atau kembali ke dosa lama adalah tidak ada sahabat. Teman untuk berkumpul atau berorganisasi mungkin banyak, tapi sahabat itu jarang.
Sahabat adalah orang yng mengingatkan, menegur dan menasehati. Kadang-kadang, saudara juga mendapat hal-hal tersebut dari orang lain, tapi hanya sahabatlah yang berani menyampaikannya semata-mata karena peduli padamu.
Sahabat adalah orang yang menangis kalau saudara jatuh dalam dosa, sementara orang lain hanya bilang, "kok bisa yah.. kok bisa..". Seorang sahabat akan bersedih, karena menyadari, bahwa kejatuhan saudara itu juga merupakan bagian dari kesalahannya, karena mereka kurang peka atau terlalu sibuk dengan urusannya sendiri.
Seorang sahabat manaikan doa syafaat yang paling murni dihadapan Tuhan untuk kita, justru karena mereka mengasihi kita. mata seorang sahabat bisa berbicara melebihi ribuan kata. Mereka menantang kamu untuk maju pantang mundur. Mendorong dan memotivasi kita, itu adalah kesukaan mereka. Namun itu bukanlah sekedar basa-basi atau pujian kosong.
Seorang sahabat mau mendengarkan. Mereka memberikan hati saat kita membutuhkan tempat curhat, bukan cuma telinga saja. Ya, mendengarkan dengan antusias. Bahkan setelah itu, mereka tisak memberikan komentar apapun, karena mereka tahu benar bahwa kita hanya ingin didengarkan, lagipula mungkin, sehabis cerita panjang lebar, pikiran kita entah kenapa jadi terbuka lebar dan kita jadi tahu bagaimana menyelesaikan masalah kita.
Sahabat menerima kita apa adanya, buakan ada apanya. Mereka menerima kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, bahkan yang paling fatal sekalipun menurut versi kita.
Sahabat manjauhkan kita dari dari mengasihani diri sendiri. Itu alasan membuat kita bertahan, menjadi tidak menyerah dan putus asa. Orang lain bisa saja memberi penilaian terhadap diri kita, tapi kita tahu penilaian sahabatlah yang paling akurat.
Sahabat adalah otrang yang paling asyik dan menyenangkan untuk diajak bermain, 'enjoying life' (menikmati hidup), bercanda dan tertawa. Kadang mereka curang dalam dalam permainan, tapi mereka mengakuinya! Kalau bercanda, memang sedikit kelewatan. Kalau tertawa. terkadang sampai konyol dan malu-maluin. Kalau makan bersama, apa yang ada si piring kita - kadang diambilnya tanpa basa-basi, tanpa ijin, ampun deh... Yah memang - justru disitu asyiknya!
Terakhir sebuah kutipan berkata : "Burung dengan bulu yang sama, berkumpul bersama". Artinya, siapa sebenarnya diri kita ditentukan oleh siapa saja sahabat kita. Atau siapa kita sebenarnya bisa ketahuan dari orang-orang sekeliling kita, sahabat-sahabat kita.
Ingat, pergaulan yang buruk bisa merusak kebiasaan yang baik. Banyak juga yang jatuh dalam dosa-dosa seperti 'drugs' (obat-obatan terlarang), karena katanya 'in the name of' setia kawan.
Sumber : persekutuansiloam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar