Terima kasih Atas kunjungannya

Jumat, 19 November 2010

Antara kekayaan, kesuksesan dan kasih sayang.


-

LV 1LV 2LV 3

-

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan rumah. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata dengan senyumannya yang khas: “Aku tidak mengenal anda, tapi aku yakin anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku punya sesuatu untuk mengganjal perut anda semua.”

-

Pria berjanggut itu lalu berbalik dan bertanya :“Apakah suamimu sudah pulang?”

-

Wanita itu menjawab: “Belum, dia sedang keluar.”

-

“Oh, kalau begitu, kami tidak ingin masuk. Kami akan menunggu di luar rumah sampai suamimu kembali,” kata pria itu.

-

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang istri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami yang awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu berkata kepada istrinya : “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua persilahkan masuk untuk menikmati makan ini.”

-

Wanita itu lalu keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. “Maaf, kami semua tidak bisa masuk bersama-sama,” kata para pria itu hampir bersamaan.

-

“Lho, kenapa?” tanya wanita itu karena merasa heran.

-

Salah seorang pria itu berkata:“Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk pria berjanggut di sebelahnya, “Sedangkan yang ini bernama Kesuksesan”, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya, “Sedangkan aku sendiri bernama Kasih Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”

-

Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Oh ho… menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan kekayaan.”

-

Istrinya tidak setuju dengan pilihan itu. Lalu ia bertanya pada suaminya: “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen pertanian kita.”

-

Ternyata, anak mereka mendengar percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah akan lebih baik jika kita mengajak si Kasih Sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih Sayang.”

-

Suami istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Kasih Sayang menjadi teman santap malam kita.” kata sang suami.

-

Wanita itu kembali keluar, dan bertanya kepada 3 orang itu. “Siapa diantara anda yang bernama Kasih Sayang ? Ayo, silakan masuk, anda menjadi tamu kami malam ini!”

-

Sang Kasih Sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Oh ho… ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.

-

Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan: “Aku hanya mengundang Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tetapi kenapa kamu berdua ikut juga?”

-

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau anda mengundang Kekayaan atau Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun karena anda mengundang Kasih Sayang, maka kemanapun Kasih Sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya.

-

Dimana ada Kasih Sayang, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami ini, Kekayaan dan Kesuksesan, adalah buta. Hanya Kasih Sayang yang bisa melihat. Dan juga hanya Kasih Sayang yang bisa menunjukkan kami pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami Kekayaan dan Kesuksesan butuh bimbingannya saat berjalan, saat kami menjalani hidup ini.” (Dari: Milis Smariagitma).
-

PESAN MORAL: KEKAYAAN dan KESUKSESAN yang kita peroleh, jika tidak dilandasi KASIH SAYANG, bisa menjerumuskan kita ke jalan yang tidak benar !




Sumber : iwandahnial.wordpress

Tidak ada komentar:

Posting Komentar