Terima kasih Atas kunjungannya

Sabtu, 20 November 2010

Anak jangan pakai ponsel sebelum 12 tahun.




Telepon genggam alias ponsel memang sudah menjadi kebutuhan
yang sulit dipisahkan. Tak hanya orang dewasa, bahkan anak-anak pun
kini banyak yang dibekali ponsel. Tapi para ahli mengingatkan,
jangan pernah biarkan anak-anak menggunakan ponsel
sebelum berusia 12 tahun.

Bahkan menurut fisikawan dan ahli di bidang radiasi,
anak usia remaja pun sebaiknya hanya menggunakan ponsel
untuk mengirim pesan singkat (SMS) saja,
bukan untuk berbicara atau melakukan panggilan.

"Anak bukanlah orang dewasa yang bertubuh kecil,
mereka tak seharusnya menggunakan ponsel sebelum usia 12 tahun,"
ujar Profesor Lawrie Challis,
mantan kepala Mobile Telecommunications and Health Research
programme (MTHR) seperti dilansir dari Dailymail, Sabtu (24/4/2010).

Profesor Challis mengatakan, hal tersebut memang masuk akal,
karena sistem kekebalan tubuh anak-anak masih berkembang
dan kita tahu bahwa mereka lebih sensitif terhadap hal-hal lain,
seperti ultra-violet dari sinar matahari.

Sayangnya, banyak orangtua yang merasa tenang
jika membekali anaknya ke sekolah dengan ponsel
karena bisa memantau anak dengan mudah.

Tapi bagi Profesor Challis,
alasan-alasan tersebut bukanlah ide yang baik.
Kecuali jika memang ada alasan keamanan tertentu yang harus dilakukan.

Rekomendasi ini datang dari MTHR,
dimana Profesor Challis masih menjadi anggota,
yang meluncurkan hasil penelitian mereka selama 30 tahun
tentang risiko penggunaan ponsel terhadap 250.000 warga Eropa,
100.000 warga Inggris termasuk partisipan anak-anak.

Peneliti mendata jumlah panggilan pada masing-masing ponsel partisipan
dan membandingkannya dengan catatan kesehatan, untuk menentukan
apakah ponsel memicu atau memperburuk kanker,
termasuk kanker telinga, kulit dan otak.

Studi ini juga melihat apakah ponsel meningkatkan kemungkinan
penyakit saraf seperti Alzheimer, Parkinson dan multiple sklerosis,
stroke dan penyakit jantung, serta kondisi yang kurang serius
seperti sakit kepala dan gangguan tidur.

Hasilnya, mereka yang berusia di bawah usia 12 tahun,
yang memang dibekali ponsel oleh orang tuanya,
paling rentan terhadap semua dampak negatif dari penggunaan ponsel.

Dan menurut para peneliti dari Imperial College London,
hasil ini memang akan mengejutkan banyak orangtua.

Tapi jika keadaannya mendesak dan anak-anak memang tidak bisa
tanpa dibekali ponsel, pilihanya adalah dengan membekali anak ponsel
beserta handset yang memang dirancang untuk anak.

"Jika orangtua khawatir, mereka dapat memantau anak-anak
cukup dengan melakukan panggilan singkat,
atau menggunakan perangkat hands-free," ujar John Cooke,
direktur eksekutif Mobile Operators Association.

Menurutnya, orangtua harus bisa menimbang-nimbang
antara manfaat jaminan nyata yang diberikan oleh teknologi ini
terhadap kemungkinan efek kesehatan masa depan yang tidak diketahui.



Sumber : ngobrolaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar